Headlines News :

Berita Terpopuler

Warga Petani Sandra 11 Kendaraan Milik Subkon dan Chevron

DURI - Aksi damai warga Desa Petani yang berjumlah ratusan orang tersebut melakukan penyanderaan terhadap 11 kendaraan milik sub kontraktor PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) dan kendaraan yang digunakan pegawai PT CPI di Jalan Rangau kilometer 8 Desa Petani Kecamatan Mandau. Aksi tersebut dilakukan sejak pukul 08.00 WIB, Selasa (13/11).

Aksi damai ratusan warga Desa Petani ini merupakan bentuk solidaritas terhadap seorang warga bernama Rico Pranata. Rico Pranata sendiri terjatuh hingga luka berat dan cacat saat melintasi sebuah tanggul di Jalan Rangau kilometer 16 Simpang Jurong yang dibangun oleh Chevron. Saat ini Rico pun masih mendapatkan perawatan intensif di RS Santa Maria, Pekanbaru.

"Chevron harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang meninpa Rico pada 19 Oktober lalu. Kok, Chevron dengan mitra kerjanya bisa lalai dalam bekerja. Selain membuka tenda di Simpang Turbin Jalan Rangau kilometer 8, kita juga melakukan swepping dan penahanan terhadap 11 kendaraan Subkon Chevron dan kendaraan yang digunakan pegawai Chevron sendiri," tutur Ketua RW 08 Desa Petani T Syopian yang ikut dalam aksi solidaritas tersebut kepada kabarduri.com.

Syopian juga mengatakan, kalau penyanderaan mobil opersional Chevron tidak ada respon, maka Gathering Station (GS) PT Chevron yang ada di Desa Petani akan dilakukan sweeping. Operator yang bekerja di GS akan dihentikan aktivitasnya. Tujuannya agar manajemen Chevron bertanggungjawab atas Rico Pranata yang terjatuh hingga mengalami luka berat.

Sedangkan, Ketua Pemuda Desa Petani Masrianto mengatakan kepada Metro Riau, warga Desa Petani telah melakukan penahanan sebelas unit mobil operasional PT Chevron jenis pick up warna putih dan silver. Dirinya juga meminta Chevron segera memenuhi tuntutan mereka.

"Tuntutan kami meliputi, Chevron bertanggung jawab atas pengobatan Rico Pranata, Chevron juga harus memenuhi tuntutan masyarakat mengenai pencemaran limbah yang terjadi beberapa bulan lalu dan masyarakat Desa Petani meminta kepada Chevron agar perusahaan mitra Chevron terdaftar di Pemerintahan Desa Petani," tuturnya.

Menurutnya, masyarakat dan keluarga korban sudah cukup toleransi atas kejadian yang menimpa warganya. Sudah dua kali digelar pertemuan yang dimediasi Pemerintah Desa Petani dan Kapospol Desa Petani. Tapi, dua kali pertemuan itu Pihak Manajemen Chevron tidak hadir. Artinya Chevron kurang menghargai dan menganggap sepele kepada masyarakat.

Sedangkan Sutrisno, ayah Rico Pranata mengutarakan kepada kabarduri.com, bahwa putranya saat ini mendapatkan perawatan intensif di RS Santa Maria Pekanbaru. Hingga saat ini pun biaya yang dikeluarkan pihak keluarga sudah mencapai kurang lebih Rp 152 juta. Dirinya pun sangat terkejut saat harus mengeluarkan dana sebesar itu.

"Anak saya menderita kebutaan pada mata bagian kanannya, gangguan tulang rahang hingga kebocoran pada kepala. Semua itu gara-gara kecelakaan yang ditimpa anak saya di Jalan Rangau kilometer 16 Simpang Jurong beberapa waktu lalu. Karena dana besar inilah saya meminta pertanggung jawaban Chevron, karena kejadiannya itu di area kerja Chevron," katanya.

Ditempat terpisah, General Manager Policy Government and Public Affairs (PGPA) Chevron Sumatera, Usman Slamet saat ditanyai tentang permasalahan ini kepada kabarduri.com mengaku sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa Rico Pranata. Dirinya juga menyayangkan tindakan warga Desa Petani yang melakukan penahanan 11 kendaraan milik Subkon Chevron dan Chevron.

"Permasalahan ini seharusnya diselesaikan dengan cara kekeluargaan, bukan dengan aksi damai tapi main tahan kendaraan. Apalagi selama ini Chevron juga sudah menjadi bagian dari masyarakat yang ada di Kecamatan Mandau dan Desa Petani khususnya. Saya berjanji masalah ini akan segera terselesaikan," pungkasnya.

Usman juga menjelaskan, bahwa jalan tersebut merupakan jalan operasional pihak Chevron. Yang mana, seharusnya warga tidak boleh melintasi jalan tersebut, karena menyangkut keamanan. Namun, Chevron tetap mengizinkan kendaraan milik warga melintasi jalan tersebut tanpa adanya larangan.

"Seharusnya warga kan tahu kalau itu jalan operasional Chevron, ya hati-hatilah saat melintasi jalan, jangan ngebut-ngebutan. Seharunya warga Desa Petani khususnya harus memperhatikan keselamatan saat berkendara dan senantiasa berperilaku selamat dengan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kecelakaan," tutup Usman. (fely)
 
Foto : Aksi solidaritas terhadap Rico Pranata yang mengalami kecelakaan di Jalan Rangau kilometer 16 Simpang Jurong, di jalan operasional Chevron gara-gara tanggul.

Akibat Truk Rusak, Kemacetan Berjam-Jam Di Pinggir

PINGGIR - Akibat satu truk tronton yang rusak di Jalan Lintas Sumatera tujuan Pekanbaru-Dumai, tepatnya di dekat ampang-ampang Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, kemacetan terjadi hingga berjam-jam pada hari Minggu (11/11). Kemacetan ini, pun terjadi hingga berkilo-kilo meter panjangnya.

Kemacetan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga pukul 14.000 WIB. Kemacetan tersebut membuat arus kendaraan dari arah Pekanbaru dan dari arah Dumai lumpuh total. Bahkan, salah satu pengemudi roda empat, Andre mengatakan kepada kabarduri.com, Minggu (11/11) bahwa dirinya sudah berada di dekat timbangan Balairaja dari pukul 07.00 WIB.

"Saya sebenarnya dari Dumai ingin ke Pekanbaru, ternyata kemacaetan parah ini membuat saya terlambat menghadiri pesta pernikahan adik saya. Saya pun tidak mengetahui penyebab pasti kemacetan ini. karena sejak pukul 08.00 WIB kendaraan dari arah berlawanan pun terlihat sepi," tuturnya.

Dari pantauan kabarduri.com, kemacetan terjadi dari Desa Muara Basung hingga ke timbangan Balairaja, Kelurahan Balairaja. Terlihat kendaraan roda empat bahkan lebih pun harus antri hingga berjam-jam lamanya. Bahkan, tidak sedikit kendaraan roda empat dan bus yang melawan arah agar cepat sampai dan menyebabkan kemacetan semakin bertambah.

Agar tidak terjadi kemacetan yang semakin parah dan kecelakaan lalulintas, Petugas TAC Balairaja, Polres Bengkalis yang pimpin oleh Bripka Pariulian Harahap langsung ke TKP dan membuka sistem satu jalur dengan sistem buka tutup. Petugas TAC pun sejak subuh tadi telah mengatur arus lalulintas, namun karena di lokasi macet ini memang ada jalan yang sedang di perbaiki oleh PT Adhi Karya, maka sedikit terkendala.

Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Zulanda SIK, saat dikonfirmasi kabarduri.com tentang kemacetan tersebut membenarkan adanya macet tersebut. Menurutnya, kemacetan ini akibat ada satu unit truck tronton yang asnya patah.

"Pas pula di tengah jalan yang sedang di perbaiki. Makanya antrian panjang terjadi. Petugas juga sudah ada di TKP untuk mengatur arus lalulintas. Sekarang ini petugas sedang berusaha untuk menderek ke tepi jalan supaya arus lalulintas kembali normal," jelas Kasat. (fely)

Foto : Kemacetan yang terjadi di Muara Basung hingga Timbangan Balairaja, Minggu (11/11) membuat Jalan Lintas Pekanbaru-Dumai lumpuh total.

Satnarkoba Polres Bengkalis Berhasil Tangkap Tiga Pengedar Narkoba

DURI - Jajaran Polres Bengkalis melalui Satuan Narkoba berhasil menangkap tiga tersangka pelaku penyalahgunaan narkoba dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Selasa (30/10) lalu sekitar pukul 17.20 WIB di Jalan Antara, Gang Bandes, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Demikian hal itu disampaikan Kepala Satuan Narkotika dan Obat-obatan (Kasat Narkoba) AKP Willy Kartamanah kepada kabarduri.com, Kamis (8/11), bahwa setelah berhasil menangkap Sa (23) warga Jalan Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis yang memiliki dua paket kecil sabu-sabu.

"Setelah kami melakukan pengembangan, kita pun berhasil menangkap Ma (30). Dari keterangan Sa, barang haram tersebut didapatnya dari Ma. Ma sendiri merupakan satpam Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis. Namun, dari tangan Ma tidak ditemukan barang barang bukti, karena sudah habis terjual," papar Willy.

Setelah dilakukan pengembangan dan penyelidikan, dijelaskan Willy lagi, berhasil menagkap Ib (29) warga Jalan Wonosari Tengah, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Dari tangan Ib, setelah dilakukan pengeledahan, ditemukan dua paket besar dan satu paket kecil sabu-sabu, beserta dengan alat penghisapnya.

"Saat ini, ketiga tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Bengkalis guna penyelidikan dan pengemangan lebih lanjut lagi. Ketiga tersangka dikenakan pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun penjara," tutup Willy. (fely)

Foto : Barang bukti sabu-sabu dan penghisapnya yang dibawa oleh Ib.

BNK Sosialisaikan Bahaya Narkoba Gelombang III Di Mandau

DURI - Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bengkalis memberikan sosialisasi bahaya narkoba dan minuman keras (miras) gelombang ke III di Kantor Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (8/11). Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian BNK Bengkalis, Kesbangpolinmas Bengkalis dan Satuan Narkoba Polres Bengkalis ntuk membentengi masyarakat agar tidak terjerumus lemah gelap narkoba.

Demikian hal itu disampaikan Wakil Bupati Bengkalis Drs H Suayatno yang juga Ketua BNK Bengkalis dalam pidatonya, bahwa sosialisasi seperti ini perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan dari tahun ke tahun. Melalui sosialisasi ini, akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyrakat, khususnya generasi muda tentang bahaya narkoba.

"Saat ini penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Bengkalis terus meningkat, baik kuantitas maupun kualitas. Tentunya kondisi ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Terutama para remaja sebagai generasi muda penerus bangsa, sangat rentan akan bahaya narkoba," paparnya.

Sedangakan, Kasat Narkoba Polres Bengkalis AKP Willy Kartamanah menjelaskan kepada kabarduri.com, bahwa Kabupaten Bengkalis masuk peringkat pertama kasus narkoba di Provinsi Riau. Hal tersebut terbukti hingga Oktober 2012 ini sudah 90 kasus narkoba yang ditangani Satnarkoba Polres Bengkalis.

"Satnarkoba Polres Bengkalis saat ini sudah berhasil menangkap 160 orang tersangka kasus narkoba. Dari 90 kasus, tinggal 13 kasus narkoba yang masih dilakukan pengembangan oleh Satnarkoba Polres Bengkalis," ungkap Willy.

Willy juga menegaskan, bahwa kasus narkoba tertinggi di Kabupaten Bengkalis terletak di Kecamatan Mandau. Hal tersebut dikarenakan, Kota Duri, Kecamatan Mandau merupakan pintu masuknya peredaran narkoba dari negeri jiran Malaysia, Dumai, Medan dan Pekanbaru sendiri.

"Narkoba tersebut didistribusikan di Kecamatan Mandau baru disebarluaskan. Peringkat kedua peredaran narkoba ada di Kecamatan Pinggir, Kecamatan Bengkalis, Kecamatan Selat Panjang dan seterusnya. Upaya yang kita lakukan persuasif/preemtif, prefentif, represif. Kita juga terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba, untuk mencegah pengguna narkoba semakin bertambah," tutupnya. (fely)

Foto : Kasat Narkoba Polres Bengkalis AKP Willy Kartamanah sedang memabagikan materi bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap pelajar di Kantor Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (8/11).

Ratusan Masyarakat Mandau Ikuti Penyuluhan Hukum


DURI - Penyuluhan hukum yang dibuka langsung oleh Assisten I Tatapraja Pemerintahan Bengkalis, H. Burhanuddin, Rabu (7/11) di gedung kantor Camat Mandau, diikuti oleh ratusan masyarakat kecamatan Mandau yang merupakan utusan dari masing-masing desa dan kelurahan. 

Usai membuka secara resmi sekaligus menyematkan tanda peserta secara simbolis, Assisten I Bengkalis Buehanuddin kepada kabarduri.com mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hukum. 

"Kenapa kita melibatkan masyarakat untuk menjadi pesertanya, karena ada sebagian kecil masyarakat kita ini yang minim sekali pengetahuannya tentang hukum. Makanya dalam kesempatan ini kita lakukan penyuluhan hukum tentang narkoba, perlindiungan anak, kompilasi hukum Islam dan juga tentang tindak pidana korupsi,"ujarnya siang itu kepada kabarduri.com.

Ditempat terpisah Kabag Hukum Pemkab Bnegkalis Mirza Afrfendy selaku pelaksanan kegiatan mengatakan bahwa kegiatan serupa juga dilaksanakan  diseluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis Kecamatan Mandau dan Pinggir adalah merupakan urutan terakhir dalam kegiatan ini.

Ditambahkannya dalam kegiatan tersebut ada 4 narasumber diantaranya dari Polres Bengkalis yaitu Kasat Narkoba AKP Willy Kartamanah, dengan materi narkoba, dari Kejaksaan Negeri Bengkalis yaitu Abdul Malik Kalang,SH dengan materi tentang tindak pidana korupsi dan dari Pengadilan Negeri Bengkalis Faizal Kamil dengan materi perlindungan anak dan dari Pengadilan Agama Bengkalis  tentang kompilasi hukum Islam

"Kita harapkan  melalui penyuluhan ini peserta dapat menjadi narasumber di lingkunagn masing masing,”harap Mirza. (fely)





Foto : Assisten I Bengkalis, Burhanuddin menyematkan tanda peserta kepada peserta penyuluhan hukum di Kecamatan Mandau.

Jambret Beraksi di Balik Alam

Duri - Seorang pejalan kaki bernama Miasni Wathi atau biasa dipanggil Nini pagi tadi (07/11/2012) menjadi korban percobaan penjambretan di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Balik Alam Duri. Dengan lokasi tepatnya pada persimpangan Jl. Hang Tuah - Jl. KH. Ahmad Dahlan.

Korban yang hendak berangkat ke kantornya itu mengoperasikan handphone sambil berjalan kaki dikarenakan mendapatkan pesan singkat (SMS) dari teman kerjanya. Namun ketika sedang membaca SMS tersebut, tanpa diduga seorang pengendara motor sepeda motor dari arah depan langsung menyambar tangan korban. Beruntung korban dapat mempertahankan handphonenya, sementara si pengendara sepeda motor tersebut langsung melarikan diri.

"Orangnya tegap, memakai jaket warna hitam, dan langsung ngebut ke arah Jl. Ahmad Dahlan," tutur Nini kepada kabarduri.com.

Adapun menurut Nasrul, warga sekitar, aksi-aksi penjambretan seperti ini sudah sering terjadi di seputaran Jl. KH. Ahmad Dahlan hingga ke Simpang Jl. Hang Tuah sebelah Gereja HKBP. Karena itu Nasrul mengingatkan kepada para pengguna jalan khususnya pada rute tersebut untuk lebih waspada guna mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan serupa. (ewa)

Chevron : Itu Merupakan Urusan Internal Perusahaan

DURI - Terkait demo PT Baker Hughes Indonesia, PT Chevron Pasifik Indonesia melalu Manager Komunikasi Chevron Tiva Permata mengatakan, bahwa Chevron menghormati hak setiap warga Negara untuk melakukan unjuk rasa sepanjang hal itu dilakukan dengan damai dan tidak mengganggu aktivitas kerja sehari-hari. Karena permaslahan ini merupakan tanggung jawab internal PT Baker Hughes Indonesia.

"Chevron selalu memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya kepada semua kontraktor sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati. Hubungan Chevron dengan kontraktor adalah hubungan kontrak pemborongan pekerjaan. Dalam kontrak, CPI menentukan jumlah proyek dan spesifikasi mutunya," papar Tiva kepada kabarduri.com, Selasa (6/11).

Tiva juga memaparkan, bahwa kontraktor mempunyai hak secara penuh untuk merekrut pekerja sesuai kebutuhannya. Chevron tidak ikut campur baik dalam penentuan jumlah pekerja maupun dalam proses rekrutment tenaga kerja Bisnis Partner (BP)-nya. Tenaga kerja kontraktor mempunyai hubungan ketenagakerjaan dengan manajemen kontraktor dimaksud dan tidak dengan Chevron.

"Dalam setiap kontraknya, Chevron senantiasa mencantumkan klausul tentang kewajiban untuk memenuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan yang berhubungan dengan ketenagakerjaan  (tenaga kerja tempatan, dan lain-lainnya)," jelasnya.

Diterangkan Tiva, bahwa permasalahan atau perselisihan perburuhan antara tenaga kerja kontraktor dengan manajemennya sebaiknya diselesaikan secara internal di antara mereka atau melalui petugas perantara Disnaker. Atau dengan melalui P4D, P4P dan seterusnya. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Chevron berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan damai oleh semua pihak yang terkait. (fely)

Tabrakan Maut Feroza Versus Dua Sepeda motor

PINGGIR - Jalan Raya Pekanbaru-Duri kembali menelan korban, kali ini sebuah mobil Daihatau Feroza dengan dua sepeda motor sekaligus, Senin (5/11) sekira pukul 18.30 wib di Simpang Perumahan Guru Cendana, Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Hal itu terjadi karena buruknya infrastruktur jalan dan kelalaian pengguna jalan raya.

Dari Pantauan kabarduri.com, Selasa (6/11), seorang pelajar berinisial DP (16) warga Jalan Pintu Angin, Sebanga, satu dari tiga pengendara yang berboncengan tewas dengan kondisi memprihatinkan. Sedangkan dua pelajar lainnya harus dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru, setelah dievakuasi ke RS Permata Hati Kota Duri.

Dari keterangan dilapangan, mobil Daihatsu Feroza nomor polisi BM 13xx LC beberapa saat sebelum tabrakan meluncur dari arah Pekanbaru menuju Duri dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di Simpang Perumahan Guru Cendana, mobil tersebut mendahului sebuah mobil di depannya.

Pada saat bersamaan datang dari arah Duri, dua sepeda motor yang beriringan dengan kecepatan sedang yaitu Yamaha Jupiter MX BM 36xx EY dan Suzuki Shogun BM 66xx DQ. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. Empat pelajar itu kemudian terlempar ke aspal. Oleh pengemudi Feroza keempat korban itu sempat dibawanya ke RS Permata Hati. Namun setelah itu dia menghilangkan, meninggalkan mobil Feroza di depan rumah sakit dalam kondisi stir terkunci.

Meski warga setempat cukup ramai datang ke rumah sakit, namun tak satupun yang melihat kemana perginya pengemudi mobil warna hitam. Petugas Satlantas Polres Bengkalis tampak kesulitan mengevakuasi mobil itu. "Tadi sopir Feroza itu datang membawa korban-korban itu, sejurus kemudian menghilang begitu saja," sebut seorang warga yang ada di RS Permata Hati.

Mengenai korban meninggal yang tinggal di Sebanga itu, kata salah seorang warga, maghrib itu rencana mau pulang ke rumah seusai dari pasar Simpang Padang. "Entah kenapa dia sampai pula di Balai Raja. Padahal dia itu mau PKL," sebutnya.

Dua korban yang kritis yaitu E (14) warga Jalan Pintu Angin Sebanga menderita patah kaki sebelah kanan dan N (18) warga Jalan Wonosobo mengalami luka tangan, kaki. Dari pantauan Metro Riau di RS Permata Hati, malam itu dirujuk ke Pekanbaru lantaran kondisinya yang kritis.

Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Zulanda SIK mengatakan bahwa kasus lakalantas tersebut sedang diselidiki. Pemilik mobil Feroza masih dilacak. Sementara dari kejadian itu jatuh satu korban tewas dan dua korban luka berat. "Kepada pengguna jalan kita himbau untuk selalu hati-hati dan atur kecepatan. Kelalaian dan kerusakan jalan sering menjadi faktor kecelakaan di jalan raya," ungkapnya. (fely)

Foto : Mobil Daihatsu Feroza yang menabrak empat pelajar ditinggalkan begitu saja oleh pengemudinya di RS Permata Hati Duri.

Ratusan Buruh BHI Lakukan Aksi Demo

DURI - Ratusan buruh PT Baker Hughes Indonesia (BHI) yang dipecat secara sepihak oleh pihak management melakukan aksi demo, Selasa sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka yang tergabung dalam Federasi Pertambangan Dan Energi ini, melakukan aksi demo bermula di Gate 117 Soeharto Chevron Duri di Jalan Sudirman.

Lalu, aksi mereka dilanjutkan ke kantor PT Baker Hughes Indonesia yang terletak di Komplek PT Kojo Jalan Lintas Pekanbaru-Duri, Balairaja, Kecamatan Pinggir. Jalan lintas pun tiba-tiba macet, karena ratusan buruh yang tumpah ruah ke jalan. Karena tidak mendapatkan tanggapan, ratusan buruh pada pukul 12.00 WIB kembali menduduki Gate 117 Soeharto Chevron.

Dalam orasinya, para buruh ini menuntut agar mereka dipekerjakan kembali oleh PT BHI. Mereka juga menuntut hak-hak normatif mereka segera dipenuhi PT BHI. Mereka pun meminta pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bengkalis tegas dalam menyelesaikan permaslahan ini.

"terdengar suara orator yang sempat memprovokasi pihak keamanan agar bertindak tegas namun hal tersebut tidak sempat terjadi. Buruh buka sapi perahan yang seenaknya saja diperas tenaganya. Hak-hak buruh yang cuma untuk mempertahankan perut sejengkal, tak diperhatikan. Yang ada justru semena-mena," papar orator aksi demo di Gate 117 Soeharto Chevron Duri.

Sedangkan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bengkalis Hermizon mengatakan kepada kabarduri.com, bahwa pihaknya sudah memberikan surat kepada pihak managemen PT Baker Hughes Indonesia untuk menerima apa yang menjadi tuntutan dari buruh PT BHI tersebut.

"Surat yang kita layangkan pun sudah diterima oleh managemen PT BHI. Namun, PT BHI sendiri nampaknya tidak mau mengikuti anjuran kita seperti dalam surat yang kita berikat tersebut. Namun pihak PT BHI ingin melanjutkan permasalahan tersebut ke pengadilan industri yang berada di Pekanbaru," tuturnya.

Hermizon pun meminta, kepada buruh PT BHI untuk tidak anarkis dalam melakukan aksi demo. Dirinya juga terus berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan permaslahan buruh PT BHI yang dipecat sepihak dengan management PT BHI. (fely)

Foto : Ratusan buruh PT Baker Hughes yang menduduki kantor PT Baker Hughes Indoensia di Komplek PT Kojo.

Ratusan Massa Tuntut Penghapusan Outsourcing



DURI - Ladang minyak Duri Steam Field (DSF) bisa dikatakan lumpuh total, Kamis (1/11) sejak pagi pukul 02.00 Dini hari. Ratusan massa yang berasal dari berbagai kelompok elemen masyarakat serta buruh dari komando DPC FPE SBSI Kabupaten Bengkalis menggelar aksi demo di semua gate (gerbang) DSF. Salah satu yang menjadi tuntutan para pendemo ini adalah penghapusan outsurcing atau kontrak dan PHK sepihak dipekerjakan kembali. 


Berdasarkan informasi yang dihimpun kabarduri.com dilapangan, aksi ini akan berlanjut jika belum ada kesepakatan atau hitam di atas putih. Aksi demo yang berlangsung ini merupakan buntut dari kekecewaan sejumlah buruh mitra kerja PT. CPI yang di PHK tak kunjung tuntas serta sistem kontrak pendek yang menzalimi hak-hak buruh. Bus Karyawan terpaksa harus berputar balik saat hendak memasuki Lokasi gate 116 dan gate 117 di dekat turbin ,gate 125 dan gate 127 Simpang Puncak karena gerbang tertutup.


"Kita juga keberatan dengan penerimaan buruh yang tidak transparan. Buruh lokal dipecat, sementara perusahaan terima naker dari luar daerah. Aksi ini akan terus berlangsung, dan akan lebih besar lagi kalau tak ada tanggapan dari CPI,"ujar Al Hilal, Wakil Ketua II Satgas DPC FPE SBSI Kabupaten Bengkalis saat dijumpai kabarduri.com di Gate 117 (Suharto), Kamis siang.


Al Hilal juga menjelaskan, aksi penghadangan di beberapa gate DSF, dan gate Duri Camp dimulai sekira pukul 02.00 wib. Massa yang terbagi dalam beberapa kelompok mendatangi gate-gate tersebut bermaksud hendak menutup gate, agar tak bisa dilewati pekerja dan kendaraan yang keluar masuk. Namun justru security sendiri yang menutup gerbang.

Di gate 117, puluhan massa, dini hari itu mendatangi pos security yang dijaga security PT DMG. Melihat orang-orang tak dikenal datang, security tarik diri ke bagian dalam. Untuk alasan keamanan, security menutup pagar gerbang, lalu menggemboknya. Oleh massa gembok itu kemudian ditambahkan. Sebuah mobil merek Pregio milik PT Wahana dilintangkan di depan pagar tersebut dengan kondisi keempat ban kempes.

Komandan Sektor PT DMG Muslim yang dijumpai Kabarduri.com, di Gate 117 menjelaskan, gembok yang dipasang rekan-rekannya yang dinas malam, lantaran massa berusaha masuk ke DSF. " Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Sayangnya gembok yang kami pasang dirusak pula sama orang itu (massa). Malah menambah satu gembok lagi. Saat ini orang CPI kabarnya lagi meeting. Kami masih menunggu perintah pembukaan gate," paparnya.


Sementara itu Kapolres AKBP Toni Ariadi Effendi yang dikonfirmasi situasi di lapangan sejauh ini masih kondusif. Sebanyak 200 personil dikerahkan untuk menjaga aksi tersebut jangan sampai anarkis. " Izin aksi mereka ini langsung ke Polda. Ya kalau yang menggembok ini inisiatif CPI, tak apa-apa. Kita juga tambahkan personil satu pleton dari Rohil dan Dumai," jawabnya. 


Public Relation Chevron Distrik Duri Dwi Pujosutrisno yang dikonfirmasi terkait aksi massa yang mengakibatkan aktifitas ladang minyak DSF terganggu dan buruh tak bisa kerja, belum bisa memberikan jawaban. " Saya koordinasikan dulu dengan pimpinan, nanti saya berikan tanggapan (soal aksi buruh), " katanya.(fely)



Foto : Situasi di gate 117 saat dilakukan penutupan gerbang oleh para demonstran

Ratusan Karyawan Chevron Duri Lakukan Aksi Solidaritas Bioremediasi

DURI - Sebanyak kurang lebih 300 karyawan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) melakukan aksi solidaritas kasus bioremediasi, Rabu (31/10) di lapangan depan Wisma Bekasap, Komplek Chevron Duri. Meskipun hujan deras turun, tidak menyurutkan semangat mereka dalam melakukan aksi tersebut.

Demikian hal tersebut dikatakan Koordinator Aksi Karyawan Chevron Duri Etrisa kepada kabarduri.com, aksi yang dimulai pukul 16.30 WIB ini bertujuan bagaimana karyawan Chevron Duri secara moral tidak menyetujui penahanan empat karyawan Chevron yang ditahan oleh Kejagung saat ini.

"Kita melakukan aksi ini, bukan atas dasar perusahaan, melainkan dasar pribadi masing-masing karyawan Chevron. Kami ingin menunjukkan kepedulian kita atas ketidakadilan Hukum dalam menyelesaikan permasalahan ini," paparnya.

Dalam aksi ini juga, karyawan Chevron melakukan penandatangganan diatas spanduk berwarna putih dimana diatasnya bertuliskan 'We Support You'(kami mendukung kamu). Tidak hanya itu saja, karyawan Chevron diberikan kebebasan menyampaikan suara mereka dalam aksi ini.

"Yang paling dinantikan saat kita membacakan surat dari balik tembok penjara, yang dibuat oleh Endah Rumbiyanti, Widodo, Kukuh ,dan Bachtiar Abdul Fatah. Keempat karyawan Chevron menuliskan bagaimana mereka bisa bertahan dalam menghadapi permasalahan yang saat ini terjadi," jelasnya.

Saat ditanyakan dimana saja dilakukan aksi ini, Etrisa menjawab, bahwa aksi solidaritas ini dilakukan disetiap Distrik Chevron yang ada di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan bahkan dari Amerika Serikat.

"Kalau di Sumatera, kita melakukan aksi ini serentak di Distrik Duri, Minas, dan Rumbai. Kita berharap, kasus ini bisa terselesaikan dan penangguhan penahanan karyawan Chevron bisa dikabulkan. Bagaimana pun juga mereka belum terbukti bersalah hingga saat ini," tuturnya.

Dirinya juga berharap, bermaslahan ini bisa diselesaikan secara cepat dan tepat oleh BP Migas. Karena Chevron merupakan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang dibawah pengawasan langsung BP Migas.

"Meskipun hari ini kita sudah melakukan rapat dengan BP Migas selama dua jam, namun tidak menemukan titik terang terkait permasalahan yang menimpa keempat karyawan Chevron. Untuk itu, saya secara pribadi meminta Pemerintah Indonesia secara tegas memperhatikan permaslahan ini," tutupnya. (fely)

Foto : Sebanyak kurang lebih 300 karyawan Chevron membentuk lambang aksi solidaritas kasus bioremediasi Chevron di lapangan depan Wisma Bekasap, Rabu (31/10) sore.

Hari Ini, Chevron Lakukan Aksi Solidaritas

DURI - Karyawan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) hari ini, Rabu (31/10) sekitar pukul 15.45 WIB, akan melakukan ekspresi solidaritas terkait penahanan empat karyawan Chevron oleh Kejagung. Kempat karyawan tersebut, ditahan oleh Kejagung karena dugaan korupsi proyek bioremediasi, dilapangan depan Wisma Bekasap, Komplek Chevron Duri.

Hal itu disampaikan Public Relation Chevron Distrik Duri Dwi Pujosutrisno kepada kabarduri.com, Rabu (31/10), bahwa aksi solidaritas ini sebagai bentuk dukungan seluruh karyawan Chevron yang ada di Indonesia terkhusus di Kota Duri kepada empat karyawan Chevron yang ditahan Kejagung.

"Keempat karyawan kita yang ditahan, Endah Rumbiyanti (Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS)), Widodo (Leader SLN Duri, Provinsi Riau), Kukuh (Team Leader SLS Migas), Bachtiar Abdul Fatah (General Manager SLS Operation) yang masih diduga bersalah oleh Kejagung," paparnya.

Aksi solidaritas ini, sebagai bentuk dukungan moral terhadap mereka yang saat ini berada dibalik jeruji besi, papar Dwi. Karena karyawan Chevron lainnya tidak setuju dengan penahanan tersebut.

"Kita tidak setuju dengan penahanan itu, terbukti bersalah saja tidak ada hingga saat ini. Keempat karyawan Chevron pun saat dipanggil oleh Kejagung untuk pemeriksaan sebelum penahanan sangat kooperatif. Kami pun tidak menghalangi Kejagung dalam memeriksa kasus bioremediasi ini," tutup Dwi. (nalini)

PNS Pemkot Dumai Jadi Kurir Sabu

DURI - Satuan Narkoba Polres Bengkalis kembali menangkap pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga menjadi kurir narkotika jenis sabu-sabu ke Kota Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Kali ini PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai berinisial RR (28) berhasil ditangkap Satnarkoba Polres Bengkalis.

Demikian hal tersebut disampaikan, Kapolres Bengkalis AKBP Toni Ariadi SH MH melalui Kasat Narkoba AKP Willy Kartamanah kepada kabarduri.com, Rabu (31/10) mengatakan bahwa tersangka RR ditangkap hari Sabtu (27/10) lalu sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Diponegoro Kecamatan Bengkalis saat akan mengantarkan narkotika jenis sabu-sabu.

"Dari pengakuan RR sabu-sabu yang berjumlah satu paket besar dan lima paket sedang, narkotika jenis sabu-sabu senilai kurang lebih RP 8,5 juta rupiah saat dilakukan pengeledahan. Sabu-sabu itu mau diantarkan kepada Handri alias Andri yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Satnarkoba Polres Bengkalis," jelasnya.

Dijelaskan kembali oleh Willy, RR sendiri merupakan warga Jalan Baruna, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Bukit Timah, Kota Dumai. Sedangkan dari hasil introgasi oleh Satnarkoba Polres Bengkalis, RR mengakui bahwa dirinya merupakan sindikat atau jaringan pengedar narkoba di wilayah Dumai, Selat Panjang (Kepulauan Meranti), dan Bengkalis.

"Saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolre
s Bengkalis untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut lagi. Tersangka RR dikenakan pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun penjara," tutup Willy. (nalini)

Foto : Tersangka RR yang mengaku dirinya bekerja sebagai PNS di Pemkot Dumai dan juga bergabung di sindikat narkotika di Dumai, Selat Panjang (Kepulauan Meranti), Bengkalis.

Bastian Ditetapkan Sebagai Tersangka

DURI - Sabastian (18) siswa SMAN 8 Mandau akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Mandau. Penetapan Sabastian sebagai tersangkan, dikatakan Kapolsek Mandau Kompol Dani Ardiantara SIK, setelah dilakukan penyelidikan dan pengemabangan oleh pihak Polsek Mandau.

"Sabastian warga Jalan Pertanian, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau sudah kita tetapkan sebagai tersangka atas pengeroyokan terhadap Brigadir Johanda SPdi, pada hari Rabu (17/10) lalu di Gang Al-Hidayah II Jalan Dewi Sartika RT.1/RW.4, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau," jelas Dani kepada kabarduri.com dikantornya, Rabu (31/10).

Dani juga mengakui bahwa pihaknya telah melepaskan dua orang teman Sabastian. Dimana kedua teman Sabastian yang diduga ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut tidak bersalah. Hal itu setelah dilakukan pemeriksaan dan mengkonfrontir para remaja itu dengan korban.

"Setelah kita lakukang pengembangan kasus kriminal lainnya, ternyata kedua teman Sabastian tidak terlibat pengeroyokan tersebut. Sabastian dipastikan menjadi tersangka karena sudah mengakibatkan seseorang berujung cidera akibat ulahnya tersebut.

Diakhir penjelasnya, Kapolsek mengatakan, kedua teman Sabastian saat kejadian hanya melerai dan tidak ikut dalam pemukulan terhadap anggota Polsek Mandau Brigadir Johanda SPdi. Sabastian pun akan dikenakan KUHP 351 junto 170 tentang penganiayaan dan pengeroyokan dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara. (nalini)

Foto : Sabastian saat diperiksa di Mapolsek Mandau beberapa waktu yang lalu.

'Kolor Ijo' Semakin Populer Di Duri

DURI - Kasus 'kolor ijo' yang terjadi di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis semakin populer saja. Terbukti banyaknya masyarakat yang membicarakan hal tersebut disetiap sudut kota minyak ini. Dari mulai yang masih remaja, hingga yang tua.

Menyikapi hal itu, anggota DPRD Bengkalis dr H Fidel Fuadi Dt Majobasa, mengatakan kepada kabarduri.com, Selasa (30/10) bahwa meminta kepada pihak Polsek Mandau untuk segera menuntaskan teror ini. Yang mana, saat ini banyak masyarakat Kota Duri yang tidak bisa tidur nyenyak di malam hari.

"Banyak istri takut tinggal sendiri di rumah, suami yang kerja malam pun menjadi khawatir meninggalkan istri dan anak gadisnya. Benar-benar tidak nyaman, padahal pelakunya diduga satu orang, kok bisa dia berkeliaran seenaknya masuk rumah orang," paparnya.

Sedangkan, Sekertaris Camat (Sekcam) Mandau M Fadlul menjelaskan kepada kabarduri.com, bahwa pihak kecamatan akan membuat surat kepada Kades dan Lurah agar mengaktifkan kembali siskamling diwilayahnya masing-masing.

"Teror 'kolor ijo' ini memang sudah sangat meresahkan masyarakat di Kota Duri. Kita pun sudah mendapatkan masukkan dari pihak Polsek Mandau agar dengan cepat menghimbau Kades dan Lurah untuk mengaktifkan siskamling (ronda)," tuturnya.

Ditempat terpisah, Kapolres Bengkalis AKBP Toni Ariadi SH, MH menghimbau kepada masyarakat Kota Duri untuk selalu waspada. Pelaku 'kolor ijo' ini selalu beraksi dimalam hari. Pasalnya korban yang berjatuhan pun sudah banyak.

Kasus 'kolor ijo' ini pun menjadi atensi Kapolda Riau untuk segera dilakukan pengungkapan, diakui Toni. Tim terus melakukan pengembangan kasus tersebut agar tidak menjadi keresahan yang berkelanjutan di Kota Duri.

"Kami berharap masyarakat di Kota Duri peduli terhadap lingkungannya untuk melakukan ronda. Karang taruna pun diharapkan berperan aktif dalam melakukan siskamling tersebut. Juga tingkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang yang berkeliaran pada malam hari yang tidak jelas tujuannya," jelas Kapolres.

Informasi yang dirangkum kabarduri.com di lapangan, pelaku 'kolor ijo' adalah orang yang sama. Dari pengakuan beberapa korban, pelaku memiliki ciri-ciri perut besar, kulit hitam, badan tegap, sering pakai celana pendek, kemeja kotak-kotak dan sering pakai sepeda motor matic. (nalini)

Chevron Akan Lakukan Aksi Mogok Kerja

DURI - PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) akan melakukan aksi solidaritas terhadap empat karyawannya yang saat ini masih dalam penahanan oleh Kejagung. Penahanan tersebut terkait kasus dugaan korupsi bioremediasi Chevron yang menyebabkan kerugian negara sebesar 270 juta dollar AS (sekitar Rp 2,43 triliun).

Demikian hal itu disampaikan Public Relation Chevron Distrik Duri Dwi Pujosutrisno kepada kabarduri.com belum lama ini, bahwa karyawan Chevron melihat Endah Rumbiyanti (Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS)), Widodo (Leader SLN Duri, Provinsi Riau), Kukuh (Team Leader SLS Migas), Bachtiar Abdul Fatah (General Manager SLS Operation) tidak bersalah.

"Kita akan melakukan aksi solidaritas kasus bioremediasi dengan menggunakan pita hitam dan menggunakan baju warna hitam setiap hari Rabu. Hal itu kita lakukan sampai keempat teman-teman kita bisa dibebaskan. Karena hingga saat ini pun Kejagung belum bisa memberikan bukti-bukti kerugian negara yang dikarenakan proyek bioremediasi tersebut," papar Dwi.

Dwi juga menjelaskan, bahwa aksi solidaritas ini murni dari seluruh pegawai Chevron yang ada di Indonesia, bahkan yang berada di Amerika Serikat. Aksi solidaritas ini bukan atas dasar perusahaan melainkan individu masing-masing.

"Kawan-kawan yang bekerja di Chevron pun saat ini takut, kalau saja apa yang mereka kerjakan benar dianggap salah oleh pemerintah Indonesia, sehingga dibilang korupsi. Padahal, setiap keuangan setiap tahunnya selalu di periksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan lolos dari audit. Kenapa sekarang malah bermasalah," katanya.

Saat ditanya apakah karyawan Chevron akan melakukan mogok kerja secara nasional terkait kasus yang menimpa keempat karyawan Chevron. Dirinya mengatakan, kalau memang hal tersebut diperlukan, karyawan Chevron pun akan melakukan aksi mogok kerja.

"Saat melakukan aksi mogok kerja nanti, bukan atas dasar disuruh oleh perusahaan. Melainkan, atas dasar pribadi masing-masing yang menilai Kejagung tidak adil dalam melihat permasalahan yang ada. Kalau tidak terbukti bersalah kok ditahan," tutup Dwi. (ainun)

Polsek Mandau Dapatkan Titik Terang Kasus 'Kolor Ijo'

DURI - Kasus 'kolor ijo' yang merebak di tengah masyarakat Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis sudah mendapatkan titik terang. Demikian hal tersebut disampaikan Kapolsek Mandau Kompol Dani Ardiantara SIK, bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pengejaran dan penelusuran.

"Kita tunggu saja hasilnya nanti sama-sama. Saya sendiri saat ini turun langsung kelapangan untuk menangkap pelaku 'kolor ijo' tersebut," tegasnya kepada kabarduri.com, Jumat (26/10).

Dalam waktu dekat ini, kasus 'kolor ijo' di Kota Duri akan terungkap. Kita juga meminta masyarakat tetap bekerja sama denga Polsek Mandau untuk senantiasa memberikan informasi yang mencurigakan.

"Saya turun langsung dilapangan hingga pukul 06.00 WIB untuk menangkap pelaku kejahatan itu. Saya pun menghimbau masyarakat jangan terlalu resah dengan kasus 'kolor ijo' ini. Meskipun demikian, masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaannya," tutupnya. (ainun)

Polsek Pinggir Berhasil Tangkap Pengedar Sabu

PINGGIR - Pada hari Rabu (24/10) lalu, sekitar pukul 23.30 WIB. Tim Buser Polsek Pinggir berhasil menangkap tersangka pengedar narkotika jenis sabu-sabu berinisial SE(30) di sebuah kafe di Kecamatan Pinggir.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Pinggit AKP Hendrik Sitompul didampingi Kanit Reskim Iptu Nofi Posu SH kepada kabarduri.com, Jumat (26/10), bahwa Polsek Pinggir berhasil mengamankan barang bukti lima paket sabu-sabu dan satu alat penghisap.

"Saat hendak dilakukan penangkapan, tersangka SE sempat melakukan perlawanan serius. SE berusaha mengelak bahwa barang haram itu bukan miliknya. Pas dilakukan pengeledahan, kita menemukannya di bawah kasur tempat tersangka tidur," paparnya.

Hendrik menegaskan, bahwa SE merupakan incaran Polsek Pinggir karena disinyalir merupakan pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Sebelum dilakukan penagkapan, anggota buser sudah melakukan pengintaian selama tiga hari.

"Karena terbukti itulah makanya kita tangkap SE. Selain sabu-sabu kita juga menemukan uang hasil penjualan tersangka SE. Tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor  35 tahun 2009, dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun," tutupnya. (ainun)

Foto : Ilustrasi

Plat Non BM Dirazia UPT Dispenda Mandau



DURI - Untuk melakukan penertiban terhadap plat nomor non BM yang berada di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Unit Pelayanan Terpadu Dinas Pendapatan Daerah (UPT Dispenda) Kecamatan Mandau melakukan razia di Jalan Hangtuah, depan Masjid Raya Arafah.

Hal itu dikatakan, T Nova Sukma Kasi Penerimaan Samsat Mandau kepada kabarduri.com, Selasa (23/10) saat razia berlangsung, bahwa razia ini akan berlangsung selama tiga hari ditempat yang berbeda di Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir.

"Razia yang dilakukan masih berupa himbauan dan teguran saja. Kita menginformasikan kepada pemilik kendaraan non BM segera melakukan mutasi kendaraannya ke plat kendaraan Riau yaitu BM. Selain itu, kita juga menempelkan stiker di mobil yang plat nomornya non BM," paparnya.

Stiker yang ditempelkan di mobil dengan plat non BM dijelaskan Nova, bermaksud agar pemilik kendaraan selalu ingat dengan himbauan tersebut. UPT Dispenda Mandau memberikan waktu sesegera mungkin pemilik kendaraan agar kendaraan non plat BM melakukan mutasi.

"Kendaraan yang sudah 3 bulan lebih beroperasi dan berdomisili di wilayah Provinsi Riau harus dimutasi, karena menurut peraturan yang ada. lain halnya, dengan kendaraan yang hanya melakukan perjalanan keluar kota dan hanya singgah, itu tidak masalah," tutupnya. (fely)

Polsek Mandau Terus Kejar Pelaku 'Kolor Ijo'

DURI - Aksi yang dilakukan pelaku dengan kekerasan dan pencurian dengan pemerkosaan, yang saat ini sering disebut-sebut dengan 'Kolor Ijo' telah meresahkan masyarakat Kota Duri. Dalam tiga bulan terakhir ini sudah 12 kasus yang melaporkan hal itu ke Polsek Mandau.

Namun, karena keterbatasan personil yang ada. Demikian diakui Kapolsek Mandau Kompol Dani Ardiantara SIK kepada kabarduri.com, Senin (22/10), pihaknya akan melakukan upaya patroli dengan menggunakan sepeda motor dan patroli mobil untuk meminimalisir kejahatan tersebut.

"Hingga saat ini, kita terus melakukan pemburuan terhadap tersangka. Selain itu, kita juga akan menyurati Camat Mandau, Lurah, dan Kades di Kecamatan Mandau, untuk lebih meningkatkan siskamling di tingkat RT/RW," jelasnya.

Dirinya menjelaskan sudah memiliki ciri-ciri tersangka yang disebut-sebut sebagai 'kolor ijo' oleh masyarakat Kota Duri. Dalam melakukan penagkapan, pihaknya tidak mau main asal tangkap saja, tanpa adanya bukti yang kuat.

"Kita juga sudah mengantongi ciri-ciri tersangka dari pengakuan korban yang telah melaporkan. Ciri-ciri pelaku 'kolor ijo' ini memiliki tinggi 150-165 centimeter, warna kulit hitam, rambut cepak, badan gempal berisi, gigi agak maju jarang-jarang dan memiliki logat jawa-deli," paparnya.

Dirinya menegaskan, dalam menumpas kejahatan ini, memang sangat dituntut peranan masyarakat. Kalau ada hal-hal yang mencurigakan masyarakat diharapkan cepat dalam melaporkan hal tersebut. Kalau pun masih adanya korban 'kolor ijo' segera melaporkan hal itu ke Mapolsek Mandau.

"Kita juga sudah melakukan pendataan terhadap residivis yang memiliki kasus sama seperti ini sebelumnya. Saya mengajak, mari kita tuntaskan permasalahan ini bersama-sama," tutupnya. (ainun)
 
Copyright © 2012. Kabar Duri - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger