Headlines News :

Berita Terpopuler

25 Siswa SMA Cendana Ikuti Seleksi OSN Di Pekanbaru

DURI - Tidak henti-hentinya SMAS Cendana Duri mengukir prestasi dalam bidang pendidikan. Kali ini, sebanyak 25 siswa-siswi SMAS Cendana Duri mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat SMA di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanabru dari tanggal 12 November lalu hingga 14 November mendatang.

Demikian hal itu dikatakan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAS Cendana Duri Drs Albohari kepada kabarduri.com Selasa (13/11), bahwa baru kali ini dalam OSN tingkat SMA, SMAS Cendana Duri mengirim siswa-siswinya hingga berjumlah 25 orang. Biasanya, SMAS Cendana Duri hanya mengirimkan maksimal 3 orang saja.

"Biasanya kita mengirim tiga siswa-siswi saja untuk mengikuti OSN tingkat SMA ini. Itu pun untuk mata pelajaran Astronomi dan Kebumian yang diisi oleh siswa-siswi SMAS Cendana Duri. Tapi kali ini, 25 siswa-siswi SMAS Cendana Duri yang mengikuti seleksi OSN tingkat SMA di Pekanbaru," jelasnya.

Albohari pun tidak menyangkal, kalau saja kegiatan ini akan mengganggu aktifitas belajar mengajar siswa-siswinya sebanyak 25 orang tersebut yang mengikuti training center (TC) di Pekanabru. Namun, meskipun tertinggal pelajaran, siswa-siswi SMAS Cendana Duri merupakan siswa-siswi yang cerdas.

"Kalau pun tertinggal pelajaran mereka bisa menyususl ketertinggalan tersebut, dengan meng-fotocopy catatan temannya atau mengunduhnya di internet. Bahkan, mereka pun bertanya kepada guru setiap mata pelajaran yang mereka rasa sudah tertinggal. Saya yakin, mereka ini kan pintar, jadi bisa menyusul pelajaran yang tertinggal," terangnya.

Sedangkan Koordinator OSN tingkat SD, SMP dan SMA Kecamatan Mandau Edi Sakura SPd, MPd mengatakan kepada kabarduri.com ditempat terpisah, bahwa saat ini untuk OSN tingkat SMP ada 18 peserta mengikuti seleksi di Pekanbaru dan untuk OSN tingkat SMA ada 60 orang dengan 8 bidang studi, seperti fisika, biologi, matematika, kimia, astronomi, kebumian, komputer dan ekonomi.

"Mereka yang mengikuti pengemblengan di Pekanbaru nantinya akan diseleksi untuk membela Kabupaten Bengkalis sesuai dengan tingkatannya mulai dari SD, SMP dan SMA. Jadi dari sekian ratus siswa-siswi yang mengikuti pengemblengan di Pekanbaru hanya satu atau dua orang saja sesuai dengan bidang studi yang dilombakan yang akan membela Kabupaten Bengkalis nanti," tutup Edi Sakura. (fely)

Pertama Kali Ikut Medspin, SMAS Cendana Duri Terbaik Di Region Sumatera

DURI - Suatu kebanggaan diraih SMA Swasta Cendana Duri, saat 3 siswa SMAS Cendana Duri berhasil mengharumkan nama sekolah mereka di tingkat Provinsi Riau. SMAS Cendana Duri berhasil menjadi yang Terbaik di Region Sumatera dalam Olimpiade Medical Science and Application (Medspin) Competition 2012 pada 11 November kemarin di Pekanbaru.

Demikian hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMAS Cendana Duri Drs Reideni melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Drs Albohari kepada kabarduri.com, Selasa saat ditemui di sekolah, bahwa SMAS Cendana Duri akhirnya melaju ke tingkat Nasional yang akan diselengarakan di Universitas Airlangga, Surabaya.

"Lomba ini diselengarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Babak penyisihan lomba tingkat Nasional di selengarakan pada 11 November kemarin di SMAN 1 Pekanbaru. Alhamdulilah, Hendy Rinaldi (XI IPA 1), Fadly Erwil (XI IPA 2) dan Gregorius Rangga (XI IPA 1) berhasil melaju ke babak selanjutnya di Unair 24-25 November mendatang," jelasnya.

Albohari juga mengatakan, ketiga siswa SMAS Cendana Duri mendapatkan bimbingan dari guru pembimbing Riva Elvita SPd melalu jam tambahan seusai kegiatan belajar mengajar selesai. Ini merupakan pertama kalinya SMAS Cendana Duri mengikuti lomba Olimpiade Medspin. Meskipun baru pertama kali mengikuti Olimpiade Medspin, Albohari optimis SMAS Cendana Duri akan meraih Juara.

"Tentunya kita optimis kalau SMAS Cendana Duri akan menjadi juara saat bertanding pada perempat final, semifinal dan final tingkat nasional nanti di Surabaya. Karena saat kita bersaing di dengan sekolah-sekolah di se Provinsi Riau di Pekanbaru, kita mampu mengungguli mereka. Kita pun yakin ketiga siswa kita meraih juara, karena latihan yang gigih," ungkapnya.

Albohari juga menjelaskan, Medspin merupakan salah satu ajang lomba terbesar yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Unair. Lomba bergengsi ini diadakan bagi para pelajar SMA se-Jawa, Bali, NTB, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Soal-soal yang diberikan bertemakan IPA, namun tidak sembarang IPA, karena soal-soal IPA yang diberikan berhubungan dengan kedokteran.

"Kalau dulu lomba ini tidak bernamakan Medspin, melainkan Lomba IPA Kedokteran se-Jawa dan Bali. Namun semenjak lomba ini menjadi terkenal di seluruh Indonesia, bergantilah namanya menjadi seperti sekarang ini, Medspin. Medspin Competition 2012 diadakan di 31 kota yang tersebar di seluruh Indonesia," tutupnya. (fely)

40 Peserta OSN Kabupaten Bengkalis Digemleng

DURI - Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang akan berlangsung pada April 2013 mendatang, guna mewujudkan target juara 40 peserta OSN Kabupaten Bengkalis mendapatkan penggemblengan di Pekanbaru selama 33 hari lamanya.

Demikian hal itu dikatakan, Koordinator OSN Kabupaten Bengkalis Edi Sakura MPd kepada kabarduri.com, Senin (12/11), bahwa Kabupaten Bengkalis tidak mau ambil resiko dan kekecewaan yang datang belakangan karena kurang persiapan.

"Oleh karena itu, 40 peserta kita kirim ke Pekanbaru dan akan menjalani karantina di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru. 18 peserta diantaranya dari Kecamatan Mandau, yang berasal dari berbagai dari sejumlah Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kecamatan Mandau," papar Edi.

Dijelaskan Edi, bahwa pesrta yang dikirim untuk mengikuti OSN rata-rata dari kelas 7 dan keals 8 pada sekolah masing-masing. Dirinya juga telah menargetkan menjadi sang juara agar hasil yang diraih nanti bisa maksimal nantinya.

"Insya Allah kita akan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sri Junjungan Bengkalis pada OSN kali ini yang berlangsung pada bulan April tahun 2013 mendatang dan sebelumnya peserta akan mengikuti OSN ditingkat Propinsi terlebih dahulu yang akan berlangsung pada bulan Januari 2013 mendatang," harapnya mengakhiri. (fely)

Pelajar SMPN 16 Mandau Akan Nikmati Gedung Baru

DURI - pelajar SMP Negeri 16 Mandau akhirnya dapat terseyum lebar. Pasalnya gedung baru sekolah mereka saat ini sedang dalam proses pembangunan. Sebanyak enam lokal akan dibangun pada Tahun Anggaran (TA) 2012 ini. Demikian hal itu disampaikan Kepala UPT Dinas Pendidikan Mandau M Rasyid SH, bahwa akhir tahun ini pembangunannya diharapkan segera selesai.

"Gedung baru SMPN 16 Mandau dibangun di lokasi bekas pasar Inpres Jalan Sejahtera, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau. Pembangunan gedung ini sudah berjalan sepekan lalu. Saya berharap gedung baru SMPN 16 Mandau pada 25 desember mendatang bisa selesai tepat waktu," papar Rasyid kepada kabarduri.com, Jumat (9/11).

Sedangkan untuk gedung baru SMAN 8 Mandau dikatakan Rasyid, akan dibangun dilokasi yang sama dengan SMPN 16 Mandau. Namun, pembangunan SMAN 8 Mandau terpaksa tertunda dan akan dibanguan di TA 2013 mendatang. Tahun 2013 nanti, yang dilelang dari pembangunan SMAN 8 Mandau hanya proyek fisiknya saja dan tidak lagi perencanaannya.

"Pada akhir tahun ini, pemborong akan menyiapkan pondasi dan kerangka beton lantai dasar SMAN 8 Mandau. Jumlah kerangka bangunan yang akan disiapkan tersebut berjumlah sebanyak 12 lokal. Jadi yang akan dikerjakan tahun ini hanya pembangunan pondasi, tiang, serta balok betonnya saja. Sisanya akan dilanjutkan tahun anggaran 2013 nanti," terangnya.

Kendati harus berpacu dengan waktu, Kepala UPTD Pendidikan Mandau M Rasyid mengharapkan kepada Along (kontraktor Duri) yang mengerjakan proyek kedua gedung sekolah itu untuk bekerja semaksimal mungkin. "Meski harus buru-buru karena waktu tersisa tinggal sedikit, kita berharap pemborong bekerja sesuai bestek," tutupnya. (fely)

PT MSS Berikan Bantuan Penunjang Pendidikan

PINGGIR - PT Murini Sam-Sam (MSS) yang juga termasuk dalam Wilmar Group, Selasa (6/11) memberikan bantuan kepada empat sekolah di Kecamatan Pinggir. Bantuan itu dalam bentuk alat pendukung pendidikan seperti komputer, printer, mikroskop, buku paket, alat peraga dan alat-alat tulis. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah bersangkutan.

"Bantuan ini merupakan program peduli pendidikan Wilmar Group terhadap sekolah-sekolah yang berada di daerah operasional perusahaan. Program ini dinamakan WEPP (Wilmar
Education Partnership Program). Program ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan," ujar Management Head Office PT Murini Sam-Sam, Elim Panjaitan didampingi KTU Hoddi Lubis kepada kabarduri.com, Selasa (6/11), di sela-sela penyerahan realisasi program kepada pemangku, di SMPN 9 Pinggir.

Hadir dalam kesempatan itu hadir perwakilan Camat Pinggir Sutrisno, perwakilan UPTD Pendidikan Pinggir, Kadus Pangkalan Libut Tani Aleh, kelima kepala sekolah penerima bantuan. Untuk memeriahkan acara pihak SMPN 9 Pinggir juga menampilkan kreatifitas anak didiknya berupa tarian, nyanyian dan puisi. "Bantuan yang kita salurkan ini sifatnya bertahap. Tujuannya kita ingin melihat sejauhmana pihak sekolah bisa memanfaatkannya. Jika diberi sekaligus sesuai kebutuhan, nantinya pihak sekolah tidak kreatif. Namun apabila bantuan yang kita beri ini dimanfaatkan sesuai kegunaannya, di masa berikutnya akan ditambah," ungkap Elim.

Adapun kelima sekolah yang menerima bantuan tersebut yaitu, SMPN 9 Pinggir Simpang Anggur (berupa 10 unit komputer dan 2 unit mikroskop, SKB Proyek 10 Sakai Jembatan 2 Samsam (berupa seperangkat alat tulis), SDN 23 Simpang Anggur ( berupa satu lot buku paket pelajaran/bacaan dan 1 unit komputer plus printer), SDN 02 Balai Pungut (berupa satu lot buku paket pelajaran/ bacaan dan SDN 34 Air Gonggang (berupa alat peraga IPA).

Sementara itu, Kepala SMPN 9 Pinggir Samsibar SPd mewakili empat kepala sekolah lainnya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Wilmar Group dan PT Murini Samsam atas kepeduliannya membantu meningkatkan mutu pendidikan anak-anak di sekitar lingkungan perusahaan. " Kami pihak sekolah akan menjaga bantuan ini dan dipergunakan sebaik-baiknya untuk sebagai bahan ajaran bagi siswa," paparnya. (fely)

Foto : Foto bersama Management PT Murini Sam-Sam (MSS) dengan penerima bantuan.

Majalah HAI Sambangi SMAS Cendana Duri

DURI - SMA Swasta Cendana Duri mendapatkan kesempatan didatangi oleh Majalah Remaja HAI, Senin (5/11) disekolahnya. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh siswa-siswi SMAS Cendana Duri dengan memberikan penampilan marching band BCK Duri, silat, dancer dan klub robot.

Demikian hal tersebut dikatakan Kepsek SMAS Cendana Duri Drs Reideni melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Drs Albohari kepada kabarduri.com, Senin (5/11) mengatakan, bahwa di Provinsi Riau ada dua sekolah yang terpilih didatangi majalah remaja HAI, yaitu SMAN 9 Pekanbaru dan SMAS Cendana Duri. Menurut dirinya, tim majalah remaja HAI mendatangi SMAS Cendana Duri karena prestasi dalam bidang ekstra kulikuler (ekskul).

"Kalau bidang ekskul kita yang sudah ke tingkat internasional adalah Marching Band (MB) Bahana Cendana Kartika (BCK) Duri. MB BCK Duri pun sudah meraih prestasi tingkat nasional, dengan bermain saat HUT Republik Indonesia 17 Agustus lalu dengan bermain di Istana Negara, dan bermain saat penutupan PON XVIII Riau," terangnya.

Dikatakan Albohari kembali, untuk ekskul klub robot pertengahan bulan November ini akan mengikuti kompetisi tingkat internasional di Provinsi Bali. Meskipun baru dibentuk ekskul klub robot ini, Albohari optimis siswa-siswinya bisa mendulang prestasi saat kompetisi robot tingkat internasional di Bali nanti.

Sedangkan Project Officer Majalah HAI Hasan didampingi Redaksi Majalah HAI Seruni mengatakan, bahwa ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah berjalan selama tiga tahun. Yang mana, inti dari kegiatan ini, bagaimana memberikan pelajaran tentang safety riding (keselamatan dalam berkendara) terutama sepeda motor.

"Karena kecelakaan sepeda motor sangat tinggi, apalagi dikalangan remaja saat ini. Karena itulah kita sangat perhatian masalah itu. Saat ini pun kita bekerjasama dengan Honda yang sangat mendukung sebagai rekan dalam memberikan pelajaran tentang keselamatan berkendara dengan sepeda motor," pungkasnya.

Kita memilih SMAS Cendana Duri berdasarkan data statistik prestasi yang dimiliki SMAS Cendana Duri. SMAS Cendana Duri adalah salah satu dari 50 sekolah di 13 kota yang Majalah HAI sambangi di Indonesia.

"Dengan kegiatan ini, kita pun berharap, kecelakan dengan sepeda motor dikalangan remaja Indonesia bisa berkurang setiap tahunnya. Tahun depan pun kita akan melakukan hal yang sama di sekolah-sekolah SMA yang ada di Indonesia," tutupnya. (fely)

Foto : Penampilan MB BCK Cendana Duri saat sekolah mereka dikunjungi oleh Majalah Remaja HAI, Senin (5/11).

Ribuan Pelajar SMPN 3 Mandau Peringati HCPSN

DURI - SMP Negeri 3 Mandau memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang jatuh pada Senin (5/11). Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMPN 3 Mandau Edi Sakura MPd, yang mana bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa (tumbuhan) dan satwa (hewan) nasional. Kegiatan ini pun diikuti oleh 1.042 siswa-siswi SMPN 3 Mandau.

"Kegiatan ini juga dilakukan untuk menumbuhkan dan mengingatkan siswa-siswi SMPN 3 Mandau akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita. Kita pun mengangkat tema 'Lestarikan Puspa dan Satwa Demi Masa Depan Bumi Kita' dan 'Pendidikan Lingkungan Hidup Sebagai Pengetahuan bagi Kita'," papar Edi Sakura saat ditemui kabarduri.com, Senin (5/11) setelah melepaskan 140 ekor burung bersama-sama.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa melestarikan puspa dan satwa berarti menjaga keanekaragaman hayati. Puspa dan satwa sebagai bagian dari keanekaragaman hayati yang merupakan modal penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta sebagai penjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai sekolah berpredikat Adiwiyata, maka ada tanggung jawab SMPN 3 Mandau untuk menjaga dan melestarikan.

"Kita pun dituntut untuk selalu membina rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup yang terjadi disekitar kita. Kegiatan ini merupakan ide dan gagasan dari siswa-siswi SMPN 3 Mandau. Kita memang mencari burung yang langka. Tapi karena susah mencarinya. Jadi kita instruksikan anak-anak membawa burung yang ada di dalam sangkar saja," ungkapnya didampingi Ketua Komte SMPN 3 Mandau Yasman Tanjung.

Dikatakan kembali oleh Edi, SMPN 3 Mandau merupakan sekolah standar nasional (SSN) selama tiga tahun berturut-turut hingga saat ini mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup 'Adiwiyata'. "Untuk itu, kita menjaga keseimbangan yang ada di lingkungan tempat kita tinggal," tutupnya. (fely)

Foto : Ribuan pelajar SMPN 3 Mandau peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di halaman SMPN 3 Mandau, Senin (5/11).

Peringati Hari Sumpah Pemuda, SMKS Korpri Gelar Berbagai Lomba

DURI - SMKS Korpri Duri, Sabtu (3/11) lalu menggelar sejumlah lomba, dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober dengan tema 'Dengan Memperingati Sumpah Pemuda Kita Tingkatan Kembali Semangat dan Kreatifitas Dalam Berkarya'. Lomba itu antara lain kabaret dan mading diikuti internal (antar kelas/jurusan) SMKS Korpri. Sedangkan pidato dan puisi diikuti SMP/MTs se Kecamatan Mandau dan Pinggir.

"Awal kami hanya akan mengadakan lomba antar kelas saja, untuk memperingati bulan bahasa dan Hari Sumpah Pemuda. Namun karena sekolah kita juga butuh promosi, makanya lomba ditambah dua lagi (pidato dan puisi) untuk siswa SMP/MTs," ujar Kepala SMKS Korpri Duri Zulfikar M.MPd kepada kabarduri.com, Sabtu di sela-sela lomba.

Mengingat tingginya antusias peserta yang mengikuti lomba dari pagi hingga sore hari, Zulfikar ingin melanjutkan lomba ini ditahun-tahun berikutnya. Mungkin bukan hanya satu hari, tapi satu minggu, dalam momentum bulan bahasa. "Karena lomba peringatan Hari Sumpah Pemuda ini merupakan yang perdana untuk tingkat SMP/MTs tentu ada kekurangan di sana sini. Ke depannya akan kita perbaiki lagi," paparnya.

Sementara itu, dijelaskan Ketua Panitia Lomba Yuli Utami SE, lomba ini diikuti 11 SMP/MTs se Kecamatan Mandau, dengan kelompok 13 untuk pidato dan 16 untuk puisi. "Sedangkan untuk lomba kabaret diikuti 10 kelompok (perkelas) dan 13 kelompok Mading," ungkapnya.

Kepada siswa yang belum menang, Yuli berharap tidak berkecil hati. Kekalahan hendaknya dijadikan motivasi agar di masa berikutnya lebih berprestasi. " Secara keseluruhan penampilan peserta sudah cukup baik. Hanya perlu ditingkatkan," imbuhnya.(fely)

SMP Negeri 4 Mandau Laksanakan Bimbel Dan TO Gratis


DURI - Untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) 2013 mendatang pihak sekolah melakukan   bimbingan belajar (Bimbel) dan juga Try Out (TO) bagi kelas IX Namun dalam pelaksanaan kedua kegiatan tersebut   SMP Negeri 4 Mandau tahun ini akan digratiskan tanpa ada pungutan dari siswa. 

“Kita akan ambil dana pelaksanaan kegiatan itu dari dana BOS agar tidak membebani orang tua siswa kelas IX  nantinya,”terang  Kepala SMP Negeri 4 Mandau  Rosmawaty S.Pd  kepada kabarduri.com di ruangannya

Dikatakannya bahwa untuk  pelaksaan kegiana tersebut diperkirakan menelan biaya hingga Rp. 277 juta. Hal itu diperhitungkan dalam pelaksanaan Bimbel sebanyak 47 kali pertemuan pada hari Rabu dan Kamis sore hari.

Sementara untuk pelaksanaan TO sebanyak 6 kali dibutuhkan dana untuk foto copy bagi siswa  360 orang .Selain itu juga akan diberi uang lelqah bagi guru pengawas dan juga bagi panitia .

“Kita harapkan melalui bimbel dan TO tingkat kelulusan bagi siswa tahun mendatang semakin meningkat dengan nilai yang memuaskan,”tutup Rosmawaty. (fely)



Foto : Rosmawaty, Kepala sekolah SMPN 4 Mandau

Peringati Idul Adha, Sejumlah Sekolah Di Duri Libur

DURI - Peringatan Idul Adha yang jatuh pada hari Jumat (26/10) lalu yang merupakan tanggal merah dan hari libur, ternyata dimanfaatkan sejumlah sekolah yang ada di Kota Duri untuk meliburkan siswa-siswinya pada hari Sabtu (27/10) lalu. Yang mana, hari Sabtu itu merupakan hari kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Terkait hal itu, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mandau M Rasyid SH mengatakan kepada kabarduri.com, Sabtu (27/10) lalu, bahwa menurut kalender pendidikan tidak ada sekolah yang libur. Bahkan, pihaknya tidak mengeluarkan surat edaran bahwa kegiatan belajar mengajar hari Sabtu (27/10) diliburkan.

"Kita nanti akan membuat laporan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis sekolah mana saja yang telah meliburkan siswa-siswinya hari Sabtu (27/10). Seharusnya aktifitas belajar tetap berjalan seperti biasanya. Kita akan melakukan pendataan terlebih dahulu,s etelah itu kita laporkan ke Dinas Pendidikan Bengkalis," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, M.Wardan kepada kabarduri.com, bahwa pihaknya tidak pernah menginstruksikan bahkan mengeluarkan surat bahwa hari Sabtu (27/10) merupakan hari libur terkait Peringatan Idul Adha.

"Ya mungkin saja itu kebijakan dari masing-masing sekolah yang ada di Kota Duri. Karena saat ini hal itu merupakan kebijakan setiap darerah otonomi, yang mana semuanya itu diserahkan kepada Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Riau," terangnya.

Sedangkan salah satu orang tua murid siswa SMPN di Kota Duri, Atun mengatakan kepada kabarduri.com, Sabtu (27/10), bahwa dirinya terkejut saat anaknya yang masih duduk di bangku sekolah kelas dua libur sekolah.

"Yang saya tahu kalau hari Sabtu itu, masih sekolah. Tapi kata anak saya, sekolah meliburkan siswa-siswinya terkait peringatan Idul Adha yang jatuh pada hari Jumat kemarin. Saya sebagai orang tua ya rugi, kalau setiap hari kejepit libur, bagaimana mau pintar," ketusnya. (ainun)

Kepsek SMAN 8 Mandau : "Serahkan Pada Proses Hukum"

DURI - Kepala Sekolah SMAN 8 Mandau akhirnya angkat bicara terkait kasus yang menimpa anak muridnya sendiri. Kepala Sekolah SMAN 8 Mandau Boy Rahmat mengatakan, bahwa dirinya tetap menyerahkan permasalahan tersebut ke proses hukum.

"Saya kaget saat mengetahui siswa-siswa saya melakukan pengeroyokan terhadap polisi. Sampai saat ini saya belum jumpa dengan anak-anak itu, lantaran baru sampai dari Pekanbaru tadi malam. Kalau kejadian itu benar adanya, kita dari pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang ada," tegad Boy saat ditemui kabarduri.com, Kamis (18/10).

Tentang pengeroyokan itu, jelas Boy terjadi diluar jam sekolah. Karena SMAN 8 Mandau dijelaskan Boy, sampai tahun ke dua inimasih menumpang di SDN Air Jamban. Sehingga proses belajar mengajar dilaksanakan pada siang hari.

"Peristiwa itu terjadi di luar jam sekolah. Katanya mereka pakaian biasa, jadi tak ada hubungan dengan sekolah, meski dia siswa kami. Nanti saya mau ketemu sama mereka juga, ingin tahu apa versi mereka," papar Boy.

Boy sendiri cukup dekat sosok Johanda yang santun dan dekat dengan siswa karena sering datang ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan tertib lalu lintas, dan peraturan kepolisian lainnya.

"Saya tak habis pikir juga kenapa jadi begini (bentrok,red). Soal sangsi untuk siswa ini kita belum tentukan, lihat nanti dulu. Kita sangat menyesalkan kejadian ini," ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Mandau M Rasyid SH saat dikonfirmasi kabarduri.com terkait peristiwa pengeroyokan tersebut, mengatakan, pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke pihak berwajib.

Dirinya juga sangat prihatin dengan kasus ini, dimana anak-anak sudah bertindak terlalu jauh dan ke depan pihaknya akan berusaha menciptakan formula pengajaran berbasis ahlak dan tata krama.

Sedangkan Ketua Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Bengkalis Rahman Jantan, mengaku kecewa kepada kabarduri.com dengan apa yang diperbuat siswa SMAN 8 Mandau yang melakukan pemukulan terhadap anggota polisi.

"Pihak yang berwajib harus bertindak tegas dan seadil mungkin dalam menindak lanjuti kasus ini. Kronologinya sperti apa pun harus jelas dari kedua belah pihak. Kalau memang itu terbukti pemukulan murni ya harus ditindak tegas, agar kasus tersebut tidak terulang lagi," tegasnya.

Dirinya juga menyatakan, persoalan ini harus dikaji seobjektif mungkin. "Karena dalam kasus ini, aparat hukum saja bisa jadi korban pengeroyokan, bagaimana dengan masyarakat umum lainnya. Tentu akan menjadi momok yang mengerikan," imbuhnya.

Penegak hukum pun diminta mengkaji kembali, kata Rahman, apakah ada kaitannya mereka berbuat hal tersebut dengan obat-obatan dan minuman keras. Kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Bengkalis pun harus bergerak cepat menyelesaikan kasus ini. (fely)

Kelas Baru SDN 06 Balairaja 'Terancam' Dirobohkan

PINGGIR - Karena anggaran rehab total SDN 06 Balai Raja, Kecamatan Pinggir sudah masuk APBD 2012 dan harus segera dieksekusi, maka bangunan sekolah yang masih baru itu terancam dirobohkan dan dibangun ulang. Perbuatan mubazir Pemkab Bengkalis membuat pusing pihak sekolah, termasuk pemborong, karena alokasi anggaran tak bisa dialihkan ke sekolah lain. Sementara di SDN 06 sendiri tidak ada tanah kosong lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Herman Sani yang dikonfirmasi kabarduri.com, Selasa (16/10) kemarin, mengaku bingung atas permasalahan tersebut. "Saya sendiri pun binggung, mau dipindahkan itu sudah tidak bisa lagi. Saya juga belum bisa membuat kebijakan. Berdasarkan aturan yang sudah ada, setiap proyek itu tidak bisa dipindahkan ke tempat yang lain dan ia harus dibangun di situ juga. Seperti SDN 06 Balai Raja ini," ujarnya.

Herman juga menyesalkan pihak konsultan yang selalu menerima berkas diatas meja tanpa melalukan cek lapangan. Sehingga terjadi kerancuan seperti ini. "Saya akan mengevaluasi kembali mengenai masalah usulan tersebut," pungkasnya.

Ditempat terpisah, Kepala SDN 06 Pinggir, Dra Len Azref menyebutkan bahwa dirinya juga tidak tahu menahu persoalan adanya bantuan bangunan baru. "Kami belum ada mengusulkan untuk penambahan ruangan kelas. Dan juga ruangan kelas yang ada itu masih bagus kondisinya.  Kalau memang mau dibangun, itu ada dua ruangan kelas yang kondisinya sudah layak untuk dilakukan rehab total. Bukan yang 3 unit ini. Kalau 3 unit ini masih bagus kondisinya. Dan ini di bangun sejak tahun 2006 silam, sebelum saya menjadi kepala sekolah disini," paparnya.(fely)

Herliyan : Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

DURI - Dalam memajukan dunia pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya ada di Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Demikian hal itu disampaikan Bupati Bengkalis Ir H Herliyan Saleh MSc, bahwa butuh keterlibatan semua pihak, termasuk swasta dan masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

Sebagai bagian dari pembangunan di daerah Kabupaten Bengkalis, partisipasi masyarakat kata Bupati memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan dunia pendidikan, serta menjaga keberlangsungan pembangunan secara keseluruhan.

"Saya rasa pihak swasta sudah ikut mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang tercantum dalam grand strategi 6 jaminan, tepatnya pada poin kedua, yakni jaminan pelayanan pendidikan dalam rangka mewujudkan wajib belajar 12 tahun. Hal ini juga selaras dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Bengkalis sebagai pusat pendidikan," jelas Herliyan kepada kabarduri.com, di Kota Duri baru-baru ini.

Dijelaskan Herliyan, dalam mengembangkan sekolah baru swasta agar menuju arah yang lebih baik lagi, maka setelah diresmikan pihak yayasan harus bekerja keras, agar memiliki dewan guru yang berkompetensi. Guru yang memenuhi kualifikasi dan standar yang telah ditetapkan. Karena sekolah ini adalah swasta, maka peran komite sekolah sangat penting mempunyai tanggung jawab untuk mendidik.

"Untuk itu, pihak pengelola sekolah swasta harus inovatif, karena tanpa inovasi kita akan menghasilkan lulusan yang tidak mandiri, selalu bergantung dengan orang lain. Oleh karena itu pihak sekolah swasta harus memperhatikan hal ini, sehingga sekolah swasta mampu mencetak sumberdaya manusia yang berkualitas," papar Herliyan.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis selaku institusi yang bertanggung-jawab terhadap regulasi pendidikan di daerah ini papar Herliyan, terus berupaya agar keberlangsungan pendidikan tetap terjamin. Salah satu wujudnya, mengalokasikan anggaran pendidikan diatas 20 persen dari APBD atau melebihi ketentuan yang diamanatkan undang-undang.

"Apa yang kita lakukan ini, karena kita sadar bahwa pembangunan pendidikan sebagai salah satu fokus pembangunan yang sangat penting bagi proses pembangunan di berbagai bidang dan menjadi sebuah investasi jangka panjang," paparnya. (fely)

Rio Terkulai Lemas Di Rumah Sakit Thursina


DURI - Pengakuan Rio Susanto kepada kabarduri.com, Senin (15/10) saat ditemui di Ruang Arafa II RS Thursina, mengatakan bahwa memang benar pada hari Sabtu kemarin dirinya sehabis memakan nasi kotak langsung mual-mual, pusing, lemas dan buang air besar pun mencret.

"Saya masuk rumah sakit hari Minggu (14/10) pagi Pukul 10.00 WIB. Awalnya saya mencret-mencret, muntah dan pusing. Saya diantarkan oleh ibu kos ke rumah sakit. Pada saat memakan makanan yang ada di dalam nsai kotak saya tidak mencium bau yang aneh. Sehari saya bisa sepuluh kali lebih BAB," paparnya.

Saat ditanya, apakah ada kaitannya dengan makanan yang dimakan Sabtu siang, dirinya menjawab mungkin saja. Dirinya pun mulai merasakan perubahan saat sore hingga pagi hari. Oleh karena itu, saya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Jasmarni Ibu Rio, yang mendegar kabar anaknya dirawat dirumah sakit, langsung berangkat menuju Kota Duri dari Pariaman, Sumatera Barat. Dirinya baru mendapatkan kabar dari Rio hari Minggu pagi. Pukul 18.00 WIB dirinya yang ditemani oleh cucunya sampai di Kota DUri hari Senin pagi pukul 05.00 WIB.


"Saya kasihan aja melihat anak yang merantau seorang diri. Saya datang aja dia menggigil, badannya dingin dan muka pucat. Saya pinjam uang orang untuk bisa ketemu anak yang sakit. Rio itu anak kelima dari 8 bersaudara dan Tamatan Universitas Negeri Padang," katanya.

Sedangkan, Direktur RS Thursina Dr Resfaldi Putra mengatakan, Rio dalam keadaan muntah-muntah, mencret, mules dan lemas saat datang ke RS Thursina. setelah dilakukan pengecekan awal tensi 90 per 60 dan denyut nadi 100 kali per menit.

"Rio dalam keadaan sadar koperatif, keadaan umum sedang (tampak mata, red). Setelah dilakukan diagnosa terkena penyakit gastro enteritir (peradangan saluran cerna) dengan dehidrasi ringan (kekurangan cairan)," pungkasnya.

Dijelaskan dirinya kembali, hasil pemeriksaan laboratorium, Rio mengalami infeksi saluran pencernaan. Hal itu kemungkinan dari apa yang Rio makan. Kondisi Rio sebelum makan pun tidak dalam kondisi yang sehat, karena itu Rio mudah terkena penyakit dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. (fely)

Foto : Rio Susanto guru olahraga SD Mutiara terkulai lemas di RS Thursina Duri setelah memakan nasi bungkus saat mengikuti Assisment dan Psikotest pada hari Sabtu (13-10)lalu, bersama ibunya Jasmarni.

7 Guru SD Mutiara Keracunan Nasi Kotak


DURI - Sebanyak 7 orang guru SD Mutiara yang berlokasi di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis keracunan nasi kotak yang mereka makan pada hari Sabtu (13/10) kemarin. Bahkan, Rio Susanto guru olahraga harus mendapatkan perawatan intensif di RS Thursina Kota Duri.

Namun, tentang 7 guru yang keracunan tersebut langsung dibantah oleh Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Mutiara Abdul Gafar kepada kabarduri.com, Senin (15/10). Hal itu dikarenakan, kondisi mereka kurang sehat. "Mereka sudah meminta izin tidak bisa masuk mengajar," jelasnya.

Diakui Gafar, bahwa memang benar guru olahraga SD Mutiara bernama Rio Susanto dalam perawatan intensif di RS Thursina Kota Duri. Mereka yang tidak bisa hadir mengajar, mengalami gangguan pada pencernaannya. Sehingga tidak memungkinkan mereka untuk hadir mengajar di sekolah.

Saat ditanya apakah ada hubungannya dengan nasi kotak yang mereka makan, Gafar menjelaskan, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan ketujuh guru tersebut mengalami mual, mules dan mencret, seperti makan sambel yang terlalu pedas, pakai sayur kangkung. Kemungkinan saat makan kondisi kesehatan sedang menurun (tidak fit), atau punya riwayat penyakit tipus dan maag.

"Tak mungkin keracunan makanan. Yang makan pada siang itu saja 80 orang. Sedangkan yang mencret 7 orang. Yang 6 orang lainnya rawat jalan. Untuk biaya rumah sakit Pak Rio akan ditanggung oleh pihak YPIT Mutiara," tegasnya. (fely)

SMPN 8 Mandau Bantah Lakukan Pungutan Tidak Sesuai


DURI - Terkait berbagai laporan dari orang tua murid SMPN 8 Mandau yang tidak setuju dengan pungutan lembar kerja siswa (LKS) sebesar Rp. 300 ribu. Langsung dibantah Kepala Sekolah SMPN 8 Mandau Tengku Naima kalau pungutan tersebut tidak akan memberatkan orang tua murid.

"Memang benar kita ada pungutan LKS sebesar Rp. 300 ribu, sebanyak 12 LKS dan 3 LKS pedoman UN untuk kelas tiga. Tapi pungutan itu bisa di cicil kok oleh orang tua murid selama setahun (selama anak tersebut sekolah ditingkat masing-masing). Kita pun sudah mensosialisasikan kepada siswa-siswi kami, kalau ada orang tua yang tidak sanggup membayar sebesar itu, silahkan mengkosultasikannya ke pihak sekolah," tegas Naima kepada kabarduri.com, Senin (15/10) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, bahwa pihak sekolah saat ini sangat terbuka dengan keluhan orang tua murid yang memang benar-benar tidak mampu. "Untuk siswa-siswi suku sakai dipastikan gratis, untuk anak yatim dan piatu bisa gratis dan bagi mereka yang tidak mampu membayar sebesar itu bisa membahasnya ke pihak sekolah," katanya.

"Jangan nanti anak yatim atau piatu tapi bapak atau ibunya mampu, ya tentu saja harus bayar, kan orang tuanya mampu. Kalau memang orang tua siswa-siswi tidak mampu, silahkan memberikan surat keterangan tidak mampu dari RT/RW dan Kelurahan," pungkasnya.

Dikatakan dirinya lagi, SMPN 8 Mandau sudah memberikan 230 siswa-siswinya gratis untuk bersekolah. Bahkan, ada 8 siswa-siwinya yang mendapatkan fasilitas antar jemput dengan ojek yang disediakan dari pihak sekolah.

"Bagaimana pun juga LKS itu kan untuk peningkatan mutu pendidikan siswa-siswi SMPN 8 Mandau. Orang tua murid harusnya bisa membicarakan terlebih dahulu kepada pihak sekolah dan menanyakan hal tersebut, jangan langsung lapor-lapor ke wartawan dulu tanpa ada kejelasan yang ada," imbuhnya.

Dikatakanya lagi, penjualan LKS kepada siswa-siswinya sudah mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Herman Sani. "Kata pak kadis, selagi hal itu membantu peningkatan mutu pendidikan kenapa tidak," tutupnya. (fely)


Foto : Kepala Sekolah SMPN 8 Mandau, Tengku Naima

Dua Mahasiswa Amik Mitra Gama Ikut Pelatihan Robot

DURI - Dua mahasiswa Akademi Managemen Iformatika dan Komputer (AMIK) Mitra Gama Duri akan mengikuti pelatihan robotik di Universitas Riau (UR), Senin (15/10) besok. Mereka yang mendapatkan kesempatan tersebut antara lain Benas Simanjuntak, Berkat Maringan.

Demikian hal tersebut disampaikan Direktur Amik Mitra Gama Duri Pauzun SKom, MSi kepada kabarduri.com, bahwa pelatihan tersebut yang menyelenggarakan merupakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Tinggi.

"Kami bersyukur mendapatkan kesempatan tersebut. Mahasiswa kami pun bisa mengasah kemampuannya dalam bisang robotik saat pelatihan nanti di Universitas Riau. Kami pun berharap, nantinya bisa menciptakan robot-robot yang bisa menjadi kebanggaan Amik Mitra Gama Duri," paparnya.

Dijelaskan Pauzun, dalam kesempatan tersebut pun diikuti sebanyak 64 peserta dari 18 perguruan tinggi yang ada di pulau sumatera. Sehingga nantinya, mahasiswa Amik Mitra Gama pun bisa menyerap ilmu dari perguruan tinggi lainnya dalam hal robotik ini. (fely)

Beasiswa Bengkalis Kok Kecil Ya?

DURI - Aneh tapi nyata, Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang memiliki dana bagi hasil (DBH) yang cukup fantastis nilainya, ternyata sangat sedikit dalam memberikan beasiswa kepada mahasiswa/wi nya. Kalau yang saya tahu, pada tahun lalu saja untuk D3 Rp. 1 juta rupiah, S1 Rp. 1,5 juta rupiah dan S2 Rp. 2 juta rupiah.

Jumlah nilai beasiswa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bengkalis kok lebih kecil ya. Dibandingkan dengan Pihak lainnya. Pada hal, pihak Pemerintah Kabupaten Bengkalis bisa saja memberikan yang besar, asalkan selektif dalam memberikan beasiswanya. Dengan nilai yang seperti itu, perjalanan ke Bengkalis saja sudah menghabiskan uang Rp. 300 ribu rupiah pulang-pergi.

Jadi, uang yang kita terima pun tidak sebanding dengan biaya pendidikan di bangku kuliah. Kalau menurut saya, jika Pemerintah Kabupaten Bengkalis serius ingin memajukan di bidang pendidikan, kan bisa saja memberikan beasiswa yang pantas dan layak.

Uniknya lagi, tahun lalu, teman saya yang tidak lengkap administrasi dokumennya mendapatkan beasiswa S1 nya. Dibandingkan saya yang lengkap persyaratannya tidak menerima beasiswa tersebut sama sekali. Kan sayang juga, kalau DBH yang besar tidak bisa dipergunakan secara maksimal.

Pengirim : Wawan Setiawan, Mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Padang, putra daerah Bengkalis.
Photo: Ilustrasi (networkedblogs)

Amik Mitra Gama Duri Berikan Beasiswa Kopertis Wilayah X

DURI - Akademi Manajemen Komputer dan Informasi (AMIK) Mitra Gama Duri memberikan beasiswa dari Kopertis wilayah X (Riau, Jambi dan Kepulauan Riau) kepada 25 orang mahasiswa-mahasiswi. Beasiswa tersebut diberikan untuk kebutuhan perkuliahan di Amik Mitra Gama Duri.

Demikian hal tersebut dikatakan Direktur Amik Mitra Gama DUri Pauzun M.Kom kepada kabarduri.com, Jumat (12/10) dikantornya. Beasiswa ini, dikatakan Pauzun lagi, merupakan program tahunan Amik Mitra Gama Duri. Setiap tahunnya penerima beasiswa meningkat, dimana tahun sebelum ada 24 orang mahasiswa-mahasiswi.

"Beasiswa yang diberikan untuk 25 mahasiswa/wi ada dua kategori, Peningkatan Prestasi Akademis (PPA) untuk mereka yang berprestasi secara akademis dan minimal IPK 3.00 dan Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM) diberikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu dengan IPK minimal 2.75. Untuk PPA ada 12 orang dan BBM ada 13 orang," jelas Pauzun.

Dijelaskan Pauzun, beasiswa yang diterima dalam satu tahun sebesar Rp. 4,1 juta rupiah. Penerimaannya pun dibagi menjadi dua periode, periode pertama Rp. 2,1 juta rupiah dan periode kedua Rp.2 juta rupiah. Untuk periode kedua diberitahukan Pauzun, akan dibagikan paling cepat pada bulan November atau paling lambat bulan Desember mendatang.

"Kami memberikan beasiswa tersebut secara tunai dan tidak ada potongan apa pun dari pihak Amik Mitra Gama Duri. Kami juga mengamanatkan kepada mahasiswa/wi yang menerima untuk langsung memberikan uang tersebut kepada orang tua masing-masing. Karena, nantinya beasiswa tersebut bisa digunakan untuk membayar SPP atau keperluan kegiatan perkuliahan," pungkasnya.

Menurut Pauzun, beasiswa ini suatu upaya meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia di Amik Mitra Gama Duri. Sebab beasiswa ini salah satu motivasi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa/wi Amik Mitra Gama Duri. "Semoga beasiswa ini dapat digunakan mahasiswa untuk memotivasi diri sendiri agar lebih berprestasi dimasa yang akan datang. Harapan kita tahun mendatang akan kembali mendapat kesempatan dengan lebih banyak lagi dari pada tahun ini," tutupnya. (fely)

JPO Jadi Tempat Pacaran

DURI - Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang layaknya digunakan sebagai tempat untuk menyebrang orang, lain halnya di Kota Duri. Tepatnya di antara Pasar Mandau dan Pasar Dewi Sartika Jalan Sudirman, Kecamatan mandau, Kabupaten Bengkalis, JPO lebih sering digunakan sebagai tempat duduk-duduk dan tempat pacaran.

Mereka yang duduk-duduk dan pacaran disana pun masih remaja. Bahkan, kalau siang harinya ada ditemukan mereka yang masih berseragam sekolah. JPO tersebut akan ramai pada sore dan malam hari. Mereka yang duduk disana tidak merasa takut, karena faktor keselamatan.

Hal itu dikatakan Yuli salah satu pedagang di Pasar Dewi Sartika kepada kabarduri.com, Kamis (11/10), dimana tokonya berhadapan langsung dengan JPO tersebut. Dirinya mengatakan, mulai dari sore hari hingga malam para remaja suka duduk-duduk di JPO. Biasanya mereka hanya mengobrol dan bahkan sampai ada yang pacaran.

"Saat siang bolong ini aja sudah ada remaja yang duduk-duduk di JPO. JPO itu kan digunakan sebagai jembatan penyebarangan orang, bukan sebagai tempat duduk-duduk apalagi pacaran disana. Kalau mau duduk-duduk dan pacaran kan ada tempatnya bukan di jembatan penyebarangan," jelasnya.

Dirinya pun sudah sering menghimbau, agar mereka tidak lagi duduk-duduk disana. Namun, para remaja itu tidak menghiraukan himbauannya. Alasannya, mereka duduk-duduk disana bisa melihat pemandangan kendaraan yang lewat.

"Kalau tiba-tiba saja jatuh bagaimana, kan serem juga tuh. Lagian seperti kurang kerjaan aja, anak-anak ABG tuh duduk-duduk di jembatan," tutupnya.

Salah satu remaja saat ditemui bernama Siti, sangat senang bisa duduk-duduk di JPO. Selain banyaknya hembusan angin, juga JPO yang diapit oleh dua pasar tradisional di Kota DUri ini, tidak lagi digunakan sebagai JPO.

"Asik aja duduk-duduk di JPO, liatin orang yang lewat-lewat dibawah. Abis tempatnya juga asik juga, banyak angin sepoy-seponya. Kadang-kadang aja main di JPO ini, sehabis pulang sekolah, sebelum sampai dirumah," pungkasnya sambil senyum-senyum. (fely)
 
Copyright © 2012. Kabar Duri - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger