Headlines News :

Berita Terpopuler

Parit Meluap, Ratusan Rumah Terendam Banjir Di Kota Duri


DURI - Hujan deras yang mengguyur Kota Duri Minggu (11/11) dinihari hingga Subuh kemarin menimbulkan kepanikan di sejumlah kawasan kerendahan di Kecamatan Mandau. Contohnya di wilayah sekitar Jalan Pertanian II RW 4 Kelurahan Babussalam, Kota Duri. Ratusan rumah di tempat itu digelontori air bah. Ketinggian air dalam rumah penduduk saat air bah meluap antara selutut hingga sepinggang orang dewasa.

Tak hanya di kawasan RW 4, Kelurahan Babussalam, luapan air dari parit yang sama juga menggenangi kawasan Jalan RW 2 dan RW 9 Kelurahan Duri Barat yang berbatasan langsung dengan RW 4 Babussalam. Di kawasan lain juga dilaporkan adanya air bah yang sama. Antara lain di kawasan cekungan di belakang Masjid Muslimin Jalan Nusantara I serta di area kerendahan dekat parit drainase Kota Duri di Jalan Pertanian. Sejumlah rumah penduduk di Kelurahan Duri Timur juga dilaporkan dimasuki air bah.

Hujan deras disertai air bah yang melanda beberapa kawasan di Kota Duri dinihari hingga Subuh kemarin kontan saja sangat merepotkan ratusan penduduk. Pasangan Edi Candra (54) dan Yeni Lora (51) misalnya. mereka baru saja usai menggelar pesta pernikahan anaknya Siska Trismi dengan menantunya Aldiansyah ini sangat sedih.

Hari bahagia keluarga besar Yeni Lora - Edi Candra berujung sendu. Apalagi kasur pengantin digenangi air sehingga anak dan menantunya terpaksa diungsikan ke rumah tetangga di depan rumah. "Saya baru saja tidur karena kelelahan, tiba-tiba air sudah masuk rumah. Semua barang terendam. Termasuk TV, kulkas dan mesin cuci, beras, pakaian dan lain-lain," tutur Yeni Lora sedih kepada kabarduri.com saat ditemui dirumahnya. Malah baju yang melekat di badannya dipinjam dari tetangga.

Adik Yeni Lora yang juga Ketua RT 5 RW 4 Babussalam, Soni Liston (43) menyebut, hingga pesta keponakannya usai sekitar jam 22.15 WIB malam, semuanya berjalan normal. Tiba-tiba sekitar jam 01.30 WIB dinihari hujan deras turun. Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam, air bah menggelontor masuk rumah. Kontan saja semua orang jadik panik. "Hampir tak ada yang bisa diselamatkan dari genangan air. Beras, pakaian, peralatan elektronik termasuk tiga sepeda motor terendam air. Tak hanya itu, dinding pembatas antar sumur pun rubuh dihantam air," katanya.

Tetangga Yeni Lora, Daliyus alias Yus (40) juga amat risau. Malam itu air dalam rumahnya mencapai sepinggang. Malah pintu depannya sempat dilabrak air bah. "Semua kasur dan peralatan rumah tangga lain terendam. Anak-anak saya tak sempat tidur semalam. Mereka terpaksa tidur beralaskan karton," ujarnya sembari menunjuk dua anaknya yang tidur tergolek di sudut ruang tamu. Warga lain, Ali Elmahdi alias Ucok (40) juga ikut menderita. "Sepeda motor saya terendam hingga tak bisa dihidupkan lagi. Tak jadilah saya mengojek hari ini," katanya kemarin.

Ketua RW 4 Babussalam, Hasnul Arifin mengaku, air bah yang merendam puluhan atau mungkin ratusan rumah penduduk di kawasan itu disebabkan luapan air parit yang melintasi pemukiman warga setempat. Menurutnya, debit air melebihi kapasitas parit akibat hujan malam itu. Lagipula, parit sebelah ke hilir agak kecil sehingga tak mampu menampung debit air dari dua parit dari arah hulunya. "Masalah ini hampir setiap tahun disampaikan dalam Musrenbang. Tapi proyek normalisasi kanalnya tak kunjung terealisasi hingga kini," ujar Hasnul Arifin.

Lurah Babussalam, Dadang Mustari yang turun ke TKP mengaku sangat prihatin melihat penderitaan yang dialami warganya akibat air bah tersebut. Dadang langsung menelepon pihak UPTD Kessosbud Mandau minta agar ada bantuan darurat untuk warga yang terkena banjir ini. Disamping itu, dia berharap segera dilaksanakan normalisasi kanal yang terletak antara Kelurahan Babussalam dan Duri Barat itu.

Anggota DPRD Bengkalis, Hj Mira Roza yang turun ke lapangan tengah hari kemarin juga sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa warga setempat. "Kita minta Dinas Sosial langsung bergerak. Masalah ini harus ditanggulangi dulu. Jangan sampai lamban. Harapan kita, tahun 2013 nanti, parit-parit dalam Kota Duri harus dinormalisasi. Jangan ditunggu kejadian dan korban berikutnya," tegas Mira.

Mira juga langsung mengontak staf Dinas Bina Marga serta konsultan setempat kemarin. Kepada staf Bina Marga dan konsultan yang turun tak lama setelah itu dia minta agar disiapkan perencanaan matang untuk program normalisasi parit ini tahun anggaran 2013 mendatang. Dia berharap, masalah banjir ini bisa segera diatasi agar warga setempat tak lagi dilanda rasa was-was di musim penghujan. (fely)

Foto : Anggota DPRD Bengkalis Hj Mira Roza saat meninjau penyebab banjir di Jalan Pertanian, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Minggu (11/11).

Akibat Truk Rusak, Kemacetan Berjam-Jam Di Pinggir

PINGGIR - Akibat satu truk tronton yang rusak di Jalan Lintas Sumatera tujuan Pekanbaru-Dumai, tepatnya di dekat ampang-ampang Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, kemacetan terjadi hingga berjam-jam pada hari Minggu (11/11). Kemacetan ini, pun terjadi hingga berkilo-kilo meter panjangnya.

Kemacetan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga pukul 14.000 WIB. Kemacetan tersebut membuat arus kendaraan dari arah Pekanbaru dan dari arah Dumai lumpuh total. Bahkan, salah satu pengemudi roda empat, Andre mengatakan kepada kabarduri.com, Minggu (11/11) bahwa dirinya sudah berada di dekat timbangan Balairaja dari pukul 07.00 WIB.

"Saya sebenarnya dari Dumai ingin ke Pekanbaru, ternyata kemacaetan parah ini membuat saya terlambat menghadiri pesta pernikahan adik saya. Saya pun tidak mengetahui penyebab pasti kemacetan ini. karena sejak pukul 08.00 WIB kendaraan dari arah berlawanan pun terlihat sepi," tuturnya.

Dari pantauan kabarduri.com, kemacetan terjadi dari Desa Muara Basung hingga ke timbangan Balairaja, Kelurahan Balairaja. Terlihat kendaraan roda empat bahkan lebih pun harus antri hingga berjam-jam lamanya. Bahkan, tidak sedikit kendaraan roda empat dan bus yang melawan arah agar cepat sampai dan menyebabkan kemacetan semakin bertambah.

Agar tidak terjadi kemacetan yang semakin parah dan kecelakaan lalulintas, Petugas TAC Balairaja, Polres Bengkalis yang pimpin oleh Bripka Pariulian Harahap langsung ke TKP dan membuka sistem satu jalur dengan sistem buka tutup. Petugas TAC pun sejak subuh tadi telah mengatur arus lalulintas, namun karena di lokasi macet ini memang ada jalan yang sedang di perbaiki oleh PT Adhi Karya, maka sedikit terkendala.

Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Zulanda SIK, saat dikonfirmasi kabarduri.com tentang kemacetan tersebut membenarkan adanya macet tersebut. Menurutnya, kemacetan ini akibat ada satu unit truck tronton yang asnya patah.

"Pas pula di tengah jalan yang sedang di perbaiki. Makanya antrian panjang terjadi. Petugas juga sudah ada di TKP untuk mengatur arus lalulintas. Sekarang ini petugas sedang berusaha untuk menderek ke tepi jalan supaya arus lalulintas kembali normal," jelas Kasat. (fely)

Foto : Kemacetan yang terjadi di Muara Basung hingga Timbangan Balairaja, Minggu (11/11) membuat Jalan Lintas Pekanbaru-Dumai lumpuh total.

Ratusan Masyarakat Mandau Ikuti Penyuluhan Hukum


DURI - Penyuluhan hukum yang dibuka langsung oleh Assisten I Tatapraja Pemerintahan Bengkalis, H. Burhanuddin, Rabu (7/11) di gedung kantor Camat Mandau, diikuti oleh ratusan masyarakat kecamatan Mandau yang merupakan utusan dari masing-masing desa dan kelurahan. 

Usai membuka secara resmi sekaligus menyematkan tanda peserta secara simbolis, Assisten I Bengkalis Buehanuddin kepada kabarduri.com mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hukum. 

"Kenapa kita melibatkan masyarakat untuk menjadi pesertanya, karena ada sebagian kecil masyarakat kita ini yang minim sekali pengetahuannya tentang hukum. Makanya dalam kesempatan ini kita lakukan penyuluhan hukum tentang narkoba, perlindiungan anak, kompilasi hukum Islam dan juga tentang tindak pidana korupsi,"ujarnya siang itu kepada kabarduri.com.

Ditempat terpisah Kabag Hukum Pemkab Bnegkalis Mirza Afrfendy selaku pelaksanan kegiatan mengatakan bahwa kegiatan serupa juga dilaksanakan  diseluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis Kecamatan Mandau dan Pinggir adalah merupakan urutan terakhir dalam kegiatan ini.

Ditambahkannya dalam kegiatan tersebut ada 4 narasumber diantaranya dari Polres Bengkalis yaitu Kasat Narkoba AKP Willy Kartamanah, dengan materi narkoba, dari Kejaksaan Negeri Bengkalis yaitu Abdul Malik Kalang,SH dengan materi tentang tindak pidana korupsi dan dari Pengadilan Negeri Bengkalis Faizal Kamil dengan materi perlindungan anak dan dari Pengadilan Agama Bengkalis  tentang kompilasi hukum Islam

"Kita harapkan  melalui penyuluhan ini peserta dapat menjadi narasumber di lingkunagn masing masing,”harap Mirza. (fely)





Foto : Assisten I Bengkalis, Burhanuddin menyematkan tanda peserta kepada peserta penyuluhan hukum di Kecamatan Mandau.

Temuan Banyaknya TPS Sementara Siluman


DURI - Kebiasaan warga membuang sampah pada malam hari ditempat-tempat umum seperti dinggir jalan utama membuat UPT Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kecamatan Mandau geram. Ulah warga yang tidak bertanggung jawab ini membuat keindahan kota Duri hilang. 

Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kecamatan Mandau sejauh ini sudah bekerja ekstra dalam pengangutan sampah. Tumpukan sampah masih terus saja terlihat disepanjang jalan Hangtuah dan Sudirman. Parahnya lagi sampah -samah itu dibuang tidak pada tempatnya. Dengan kata lain, TPS Siluman mulai bermunculan dimana-mana.

Tak ingin kebiasaan buruk warga ini berlanjut, kepala UPT Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kecamatan Mandau meminta kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain itu juga, ditambahkannya bahwa masyarakat Kota Duri diminta membuang sampah pada malam hari. Mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB pada TPS yang sudha tersebar.

"Kita sudah semaksimal mungkin mengambil sampah selama 24 jam yang terbagi menjadi tiga shift. Untuk pagi hari kita mengambil sampah dari pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, ya kalau bisa buang sampah malam, paginya sudah bisa diangkut mobil sampah kita," paparnya.

Dirinya juga menegaskan, masyarakat untuk membuang sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di Simpang Pokok Jengkol, bukan membuat TPS sementara siluman. "Tujuannya supaya masyarakat Kota Duri biasa untuk memperhatikan kebersihan Kota Duri agar terlihat indah dan bersih,"ungkapnya diakhir pembicaraan siang ini dengan kabarduri.com. (Fely)



Foto : Tumpukan sampah yang sengaja dibung warga di pinggir jalan Hangtuah

Ratusan Massa Tuntut Penghapusan Outsourcing



DURI - Ladang minyak Duri Steam Field (DSF) bisa dikatakan lumpuh total, Kamis (1/11) sejak pagi pukul 02.00 Dini hari. Ratusan massa yang berasal dari berbagai kelompok elemen masyarakat serta buruh dari komando DPC FPE SBSI Kabupaten Bengkalis menggelar aksi demo di semua gate (gerbang) DSF. Salah satu yang menjadi tuntutan para pendemo ini adalah penghapusan outsurcing atau kontrak dan PHK sepihak dipekerjakan kembali. 


Berdasarkan informasi yang dihimpun kabarduri.com dilapangan, aksi ini akan berlanjut jika belum ada kesepakatan atau hitam di atas putih. Aksi demo yang berlangsung ini merupakan buntut dari kekecewaan sejumlah buruh mitra kerja PT. CPI yang di PHK tak kunjung tuntas serta sistem kontrak pendek yang menzalimi hak-hak buruh. Bus Karyawan terpaksa harus berputar balik saat hendak memasuki Lokasi gate 116 dan gate 117 di dekat turbin ,gate 125 dan gate 127 Simpang Puncak karena gerbang tertutup.


"Kita juga keberatan dengan penerimaan buruh yang tidak transparan. Buruh lokal dipecat, sementara perusahaan terima naker dari luar daerah. Aksi ini akan terus berlangsung, dan akan lebih besar lagi kalau tak ada tanggapan dari CPI,"ujar Al Hilal, Wakil Ketua II Satgas DPC FPE SBSI Kabupaten Bengkalis saat dijumpai kabarduri.com di Gate 117 (Suharto), Kamis siang.


Al Hilal juga menjelaskan, aksi penghadangan di beberapa gate DSF, dan gate Duri Camp dimulai sekira pukul 02.00 wib. Massa yang terbagi dalam beberapa kelompok mendatangi gate-gate tersebut bermaksud hendak menutup gate, agar tak bisa dilewati pekerja dan kendaraan yang keluar masuk. Namun justru security sendiri yang menutup gerbang.

Di gate 117, puluhan massa, dini hari itu mendatangi pos security yang dijaga security PT DMG. Melihat orang-orang tak dikenal datang, security tarik diri ke bagian dalam. Untuk alasan keamanan, security menutup pagar gerbang, lalu menggemboknya. Oleh massa gembok itu kemudian ditambahkan. Sebuah mobil merek Pregio milik PT Wahana dilintangkan di depan pagar tersebut dengan kondisi keempat ban kempes.

Komandan Sektor PT DMG Muslim yang dijumpai Kabarduri.com, di Gate 117 menjelaskan, gembok yang dipasang rekan-rekannya yang dinas malam, lantaran massa berusaha masuk ke DSF. " Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Sayangnya gembok yang kami pasang dirusak pula sama orang itu (massa). Malah menambah satu gembok lagi. Saat ini orang CPI kabarnya lagi meeting. Kami masih menunggu perintah pembukaan gate," paparnya.


Sementara itu Kapolres AKBP Toni Ariadi Effendi yang dikonfirmasi situasi di lapangan sejauh ini masih kondusif. Sebanyak 200 personil dikerahkan untuk menjaga aksi tersebut jangan sampai anarkis. " Izin aksi mereka ini langsung ke Polda. Ya kalau yang menggembok ini inisiatif CPI, tak apa-apa. Kita juga tambahkan personil satu pleton dari Rohil dan Dumai," jawabnya. 


Public Relation Chevron Distrik Duri Dwi Pujosutrisno yang dikonfirmasi terkait aksi massa yang mengakibatkan aktifitas ladang minyak DSF terganggu dan buruh tak bisa kerja, belum bisa memberikan jawaban. " Saya koordinasikan dulu dengan pimpinan, nanti saya berikan tanggapan (soal aksi buruh), " katanya.(fely)



Foto : Situasi di gate 117 saat dilakukan penutupan gerbang oleh para demonstran

Ratusan Karyawan Chevron Duri Lakukan Aksi Solidaritas Bioremediasi

DURI - Sebanyak kurang lebih 300 karyawan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) melakukan aksi solidaritas kasus bioremediasi, Rabu (31/10) di lapangan depan Wisma Bekasap, Komplek Chevron Duri. Meskipun hujan deras turun, tidak menyurutkan semangat mereka dalam melakukan aksi tersebut.

Demikian hal tersebut dikatakan Koordinator Aksi Karyawan Chevron Duri Etrisa kepada kabarduri.com, aksi yang dimulai pukul 16.30 WIB ini bertujuan bagaimana karyawan Chevron Duri secara moral tidak menyetujui penahanan empat karyawan Chevron yang ditahan oleh Kejagung saat ini.

"Kita melakukan aksi ini, bukan atas dasar perusahaan, melainkan dasar pribadi masing-masing karyawan Chevron. Kami ingin menunjukkan kepedulian kita atas ketidakadilan Hukum dalam menyelesaikan permasalahan ini," paparnya.

Dalam aksi ini juga, karyawan Chevron melakukan penandatangganan diatas spanduk berwarna putih dimana diatasnya bertuliskan 'We Support You'(kami mendukung kamu). Tidak hanya itu saja, karyawan Chevron diberikan kebebasan menyampaikan suara mereka dalam aksi ini.

"Yang paling dinantikan saat kita membacakan surat dari balik tembok penjara, yang dibuat oleh Endah Rumbiyanti, Widodo, Kukuh ,dan Bachtiar Abdul Fatah. Keempat karyawan Chevron menuliskan bagaimana mereka bisa bertahan dalam menghadapi permasalahan yang saat ini terjadi," jelasnya.

Saat ditanyakan dimana saja dilakukan aksi ini, Etrisa menjawab, bahwa aksi solidaritas ini dilakukan disetiap Distrik Chevron yang ada di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan bahkan dari Amerika Serikat.

"Kalau di Sumatera, kita melakukan aksi ini serentak di Distrik Duri, Minas, dan Rumbai. Kita berharap, kasus ini bisa terselesaikan dan penangguhan penahanan karyawan Chevron bisa dikabulkan. Bagaimana pun juga mereka belum terbukti bersalah hingga saat ini," tuturnya.

Dirinya juga berharap, bermaslahan ini bisa diselesaikan secara cepat dan tepat oleh BP Migas. Karena Chevron merupakan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang dibawah pengawasan langsung BP Migas.

"Meskipun hari ini kita sudah melakukan rapat dengan BP Migas selama dua jam, namun tidak menemukan titik terang terkait permasalahan yang menimpa keempat karyawan Chevron. Untuk itu, saya secara pribadi meminta Pemerintah Indonesia secara tegas memperhatikan permaslahan ini," tutupnya. (fely)

Foto : Sebanyak kurang lebih 300 karyawan Chevron membentuk lambang aksi solidaritas kasus bioremediasi Chevron di lapangan depan Wisma Bekasap, Rabu (31/10) sore.

Chevron Akan Lakukan Aksi Mogok Kerja

DURI - PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) akan melakukan aksi solidaritas terhadap empat karyawannya yang saat ini masih dalam penahanan oleh Kejagung. Penahanan tersebut terkait kasus dugaan korupsi bioremediasi Chevron yang menyebabkan kerugian negara sebesar 270 juta dollar AS (sekitar Rp 2,43 triliun).

Demikian hal itu disampaikan Public Relation Chevron Distrik Duri Dwi Pujosutrisno kepada kabarduri.com belum lama ini, bahwa karyawan Chevron melihat Endah Rumbiyanti (Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS)), Widodo (Leader SLN Duri, Provinsi Riau), Kukuh (Team Leader SLS Migas), Bachtiar Abdul Fatah (General Manager SLS Operation) tidak bersalah.

"Kita akan melakukan aksi solidaritas kasus bioremediasi dengan menggunakan pita hitam dan menggunakan baju warna hitam setiap hari Rabu. Hal itu kita lakukan sampai keempat teman-teman kita bisa dibebaskan. Karena hingga saat ini pun Kejagung belum bisa memberikan bukti-bukti kerugian negara yang dikarenakan proyek bioremediasi tersebut," papar Dwi.

Dwi juga menjelaskan, bahwa aksi solidaritas ini murni dari seluruh pegawai Chevron yang ada di Indonesia, bahkan yang berada di Amerika Serikat. Aksi solidaritas ini bukan atas dasar perusahaan melainkan individu masing-masing.

"Kawan-kawan yang bekerja di Chevron pun saat ini takut, kalau saja apa yang mereka kerjakan benar dianggap salah oleh pemerintah Indonesia, sehingga dibilang korupsi. Padahal, setiap keuangan setiap tahunnya selalu di periksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan lolos dari audit. Kenapa sekarang malah bermasalah," katanya.

Saat ditanya apakah karyawan Chevron akan melakukan mogok kerja secara nasional terkait kasus yang menimpa keempat karyawan Chevron. Dirinya mengatakan, kalau memang hal tersebut diperlukan, karyawan Chevron pun akan melakukan aksi mogok kerja.

"Saat melakukan aksi mogok kerja nanti, bukan atas dasar disuruh oleh perusahaan. Melainkan, atas dasar pribadi masing-masing yang menilai Kejagung tidak adil dalam melihat permasalahan yang ada. Kalau tidak terbukti bersalah kok ditahan," tutup Dwi. (ainun)

RSPH Duri Bagi Daging Kurban Di Desa Terpencil

DURI - Rumah Sakit Permata Hati (RSPH) Kota Duri dalam memperingati Idul Adha 1433 Hijriyah yang jatuh pada hari Jumat (26/10) lalu, membagikan sebanyak lima ekor sapi untuk 5 desa terpencil di Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir. Hal tersebut disampaikan Direktur RSPH Duri Dr Efriyanti, bahwa di Kecamatan Mandau satu ekor sapi dan Kecamatan Pinggir 4 ekor sapi.

"Untuk di Kecamatan Mandau kita berikan untuk daerah pedalaman di Tegar, Kelurahan Pematang Pudu yang berbatasan dengan Desa Petani. Sedangkan untuk di Kecmatan Pinggir kita berikan di Desa Muara Basung sebanyak dua ekor dan sekitar pedalaman daerah PT Adei sebanyak dua ekor," jelas Efriyanti kepada kabarduri.com, Sabtu (27/10) saat pemotongan sepuluh sapi di RSPH Duri.

Sedangkan, lima ekor lagi kita berikan untuk warga sekitar RS Permata Hati Duri dan untuk keluarga karyawan RS Permata Hati Duri, jelas Efriyanti lagi. Sudah tiga tahun RS Permata Hati Duri membagi-bagikan daging kurban ini, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan peserta kurban.

"Tahun lalu kita menyembelih sembilan ekor sapi dan tahun ini kita menyembelih sepuluh ekor sapi. Tahun ini saja, peserta kurban sebanyak 58 peserta, lebih banyak dari tahun lalu. Untuk warga sekitar dan karyawan RS Permata Hati, kita membagikan sebanyak 420 kantong daging sapi," paparnya.

Dikatakan dirinya, kurban dilakukan dengan sitim arisan selama satu tahun, sehingga karyawan RS Permata Hati dan dokter yang ada tidak akan merasa terbebani. Berjalannya kurban di RS Permata Hati Duri sejak berdirinya Mushalla Arroyaan di RSPH Duri.

"Untuk yang memotong daging hewan kurban, langsung dilakukan oleh pemilik RS Permata hati Duri, Dr Fidel Fuadi. Pemotongan hewan kurban dilakukan di depan RSPH Duri. Baru nantinya lima ekor hewan kurban tersebut dikirim ke daerah-daerah terpencil di Kecamatan Mandau dan Pinggir," tutupnya. (ainun)

Foto : Dr Fidel Fuadi, pemilik RS Permata Hati Duri langsung memotong sapi hewan kurban di depan Mushalla Arroyaan di RS Permata Hati Duri, Sabtu (27/10).

Saat Sholat Idul Adha, Warga Duri 'Disiram' Hujan

DURI - Hujan yang terus turun di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis membuat sholat Idul Adha terkendala. Sehingga hampir ribuan masyarakat Kota Duri 'disiram' hujan saat melakukan sholat Idul Adha dilapangan terbuka, Jumat (26/10).

Seperti terpantau oleh kabarduri.com, yang terjadi kepada masyarakat Kota Duri yang akan melakukan sholat Idul Adha di Lapangan Angsana, Kelurahan Balik ALam, mereka terpaksa harus membubarkan diri dan berbasah-basahan, saat hujan deras yang mendadak turun.

"Memang sekitar pukul 05.00 WIB, hari sudah mendung. Awan hitam sudah merata diatas langit Kota Duri. Kalau dari informasi kawan-kawan yang tinggal di sekitar Jalan Sudirman, kantor Camat Mandau, pukul 06.30 WIB sudah hujan deras disana. Tapi disini belum hujan," diakui Rahmat salah satu warga Jalan Kenanga yang akan sholat berjamaah di Lapangan Angsana.

Hujan pun merata sekitar pukul 07.00 WIB, jelasnya saat berteduh dirumah salah satu warga didekat lapangan tersebut. Hujan deras yang berlangsung selama satu jam lebih itu membuat warga hanya bisa pasrah dan sholat di masjid masing-masing dilingkungannya.

"Meskipun hujan turun, pelaksanaan sholat tetap bisa berjalan kok. Kita nanti akan sholat di masjid dekat rumah saja," paparnya.

Ribuan masyarakat Kota Duri yang melakukan sholat Idul Adha di lapangan terbuka pun pindah ke dalam masjid mereka masing-masing. (ainun)

Foto : Masyarakat Kota Duri saat melakukan sholat Idul Adha tahun lalu di Lapangan Stadion Mini Pokok Jengkol.

Warga Duri Siaga 1 ‘Kolor Ijo’



DURI- Bertambah terus korban 'Kolor Ijo' di wilayah Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis ini membuat warga menjadi resah. Takut menjadi korban berikutnya, warga Duri mulai SIAGA 1 dan aktif siskamling membantu petugas ronda setempat.

Warga mengaku tak akan memberikan ampun jika pelaku (kolor ijo-red) tertangkap saat menjalankan aksinya. Bahkan RT dan RW juga sudah mengingatkan warganya untuk menambah aksesoris pengamanan rumah, sebab pelaku selain memperkosa juga melakukan kekerasan dan mencuri uang serta perhiasan korban.

"Ciri-ciri pelaku sudah mulai tersebar di masyarakat, baik itu melalui mulut ke mulut, BBM dan pesan singkat. Yang mana isi dari pesan singkat yang kita terima, pelaku berciri-ciri agak gemuk buntal, tinggi sekitar 163 cm, berkulit hitam, wajah codet sebelah kanan, pakai honda beat tanpa nopol, logat batak,"kata Ridwan warga kelurahan Duri Barat kepada kabarduri.com, Rabu (24/10) siang ini.

"Sebelum beraksi biasanya pelaku memantau dulu, saat sering menggunakan sebo. Kita juga sudah bisa melaporkan langsung kepada polsek Mandau jika melihat ciri-ciri orang tersebut ke 0765-91110 atau 704295. Yang jelas saja saat ini kita mengajak warga untuk siaga 1,"tambahnya lagi. (ainun)


Foto : Ilustrasi

800 KK Dusun Sumber Rejo dan Bangun Sari Dambakan Listrik



DURI - Sebanyak 800 kepala keluarga (KK) yang berada di Dusun Sumber Rejo, Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis berharap menikmati listrik tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa (Kades) Harapan Baru M Muchrim Jambang, bahwa akhir tahun 2012 ini di Dusun Sumber Rejo dan Bangun Sari sudah bisa menikmati arus listrik PLN.

Menurut Jambang, PLN tahun ini membangun jaringan sepanjang lima kilometer dari KM 8 Jalan Gajah Mada Talang Mandi menuju dua dusun di Desa Harapan Baru. "Saat ini semua tiangnya sudah terpancang. Hanya saja kabelnya belum terpasang," kata Jambang.

Ditambahkannya, sekitar 800 KK warganya di dua dusun tersebut sangat mendambakan listrik sejak lama. Karena itu dia berharap PLN bisa menggesa penuntasan proyek pemasangan jaringan kabel tersebut. "Harapan kita dan masyarakat banyak, akhir tahun ini listrik sudah bisa nyala dan dinikmati masyarakat," papar Jambang kepada kabarduri.com, Selasa (23/10).

Diakui Jambang, kalau proyek ini tuntas, inilah kali pertama warga Desa Harapan Baru menikmatri arus listrik PLN. Selama ini kebutuhan listrik warganya sangat tergantung pada listrik dari genset. Dulu, sambungnya lagi juga ada PLTD di Harapan Baru. Namun kini sudah tak bisa dipakai lagi karena barangnya sudah jadi rongsokan.

Diluar itu katanya, masih ada pula 100 unit pembangkit listrik tenaga surya bantuan pemerintah untuk warga di Dusun Makmur saja. "Kalau proyek listrik PLN ini jadi, maka baru sebagian dari warga kita yang akan menikmati listrik PLN. Sementara seluruh warga kita di desa ini mencapai 1.911 KK," ucap Jambang.

Menanggapi harapan Kades dan warga masyarakat Desa Harapan Baru, Manajer PLN Rayon Duri Ir Tri Haryanto terpisah kepada kabarduri.com kemarin mengaku, proyek pembangunan jaringan di Desa Harapan Baru itu dananya berasal dari APBN tahun anggaran 2012. Menurutnya, program listrik desa dari pemerintah pusat itu diserahkan kepada PLN pelaksanaannya.

"Kita optimis, mudah-mudahan akhir tahun ini sudah terealisasi. Kan tiang-tiangnya sudah terpasang. Tinggal memasang jaringan kabel. Calon pelanggannya belum ada yang mendaftar. Tentu harus menunggu jaringannya selesai terlebih dulu. Namun demikian, potensinya besar. Ada lebih kurang 800 KK warga yang berpotensi jadi pelanggan. Mayoritas di Desa Harapan Baru dan sebagian lagi di Kelurahan Talang Mandi," kata Tri.

Mengenai kendala, sejauh ini menurut Tri, tidak ada masalah terlalu berarti di lapangan. "Mungkin nanti yang akan menjadi masalah adalah pohon dan tanaman penduduk yang bakal terkena jaringan PLN. Untuk Desa Harapan Baru tidak ada masalah. Sementara di Talang Mandi mungkin bakal ada sedikit masalah. "Kalau ternyata ada masyarakat yang tak setuju tanamannya ditebang, bisa jadi tiangnya kita alihkan ke tempat lain," tutup Tri. (fely)

BP Migas Adakan Edukasi Bagi Wartawan Di Riau



PEKANBARU - BP Migas Perwakilan Wilayah Sumbagut adakan edukasi kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi bagi wartawan di Provinsi Riau. Acara yang berlangsung di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (24/10) dihadiri ratusan wartawan.

Dalam pidatonya Kepala Perwakilan BP Migas Sumbagut Muhammad Nurhuda mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan bagaimana media cetak dan elektronik yang ada di Provinsi Riau mengetahui tentang kegiatan eksplorasi perminyakan.

"Kita akan menjelaskan bagaimana perusahaan-perusahaan yang melakukan eksplorasi bekerja di wilayahnya masing-masing," tuturnya.

Dirinya juga berharap, semoga dengan adanya kegiatan ini, pengetahuan tentang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi dapat berguna bagi wartawan yang ada di Provinsi Riau. (ainun)

SBY Diminta Pecat Oknum TNI AU Penganiaya Wartawan


JAKARTA - Aksi solidaritas yang dilakukan wartawan di Riau mengecam kekerasan terhadap wartawan oleh anggota TNI Angkatan Udara bergeser ke Instana Negara. Dalam orasinya, salah satu koordinator aksi, Usman Hamid mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan.

"Kejadian tersebut harus diusut hingga tuntas. Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI harus turun tangan dan menginstruksikan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas dan melakukan proses hukum pelaku kekerasan wartawan di Riau," kata Usman di depan Istana Negara, Rabu (16/10).

Diketahui enam wartawan yang menjadi korban kekerasan itu yakni Ferianto Budi Anggoro (Antara), Didik Herwanto (fotografer Riau Pos), Fakhri Rubianto (reporter RTV), Ari TV One, Irwansyah RTV, dan Andika fotografer Vokal. Selain menganiaya, oknum TNI AU juga merampas sejumlah kamera foto dan video wartawan yang tengah melakukan tugas jurnalistik.

"Kekerasan tidak berhenti dengan cara memohon maaf saja dari TNI AU dan mengganti peralatan jurnalistik milik rekan kami. Tidak, itu belum cukup. Pelaku harus diproses hukum, bukan sekedar sanksi internal, melainkan melalui peradilan umum karena ada unsur pidana dalam peristiwa itu," tegas Usman.

Dalam aksi kali ini, Wartawan seluruh Indonesia menyatakan sikap mendesak agar TNI memecat dan mempidanakan Letkol Rober Simanjuntak selaku parat TNI AU yang melakukan aksi kekerasan terhadap wartawan di Riau. Tindakan tegas itu perlu dilakukan karena selain melanggar UU Pers no 40 tahun 1999 dan masuk dalam unsur pidana, tetapi juga telah mencoreng korps dan semangat reformasi dalam tubuh TNI yang lagi-lagi menampilkan wajah kekerasan.

Jurnalis juga mendesak Kementrian Polhukam dan jajaran terkait dalam hal ini Kementrian Pertahanan dan Mabes TNI agar menginstruksikan kepada seluruh perwira tinggi, perwira menengah dan level prajurit TNI agar menghormati kerja jurnalistik dalam melakukan peliputan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku panglima tertinggi TNI agar menginstruksikan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas dan memproses hukum pelaku kekerasan terhadap wartawan di Riau. Selain itu Presiden juga harus memastikan ke depan peristiwa kekerasan terhadap wartawan dalam melakukan peliputan tidak lagi terulang.

DPR RI dalam hal ini Kokmisi I DPR RI dalam waktu dekat harus memanggil Menteri Pertahanan dan Panglima TNI termasuk Kepala Staf TNI Angkatan Udara untuk menjelaskan bentuk pertanggung jawaban mereka atas kasus kekerasan ini.

Usman menmabahkan, aksi kekerasan itu terjadi di wilayah masyarakat, bukan dalam kawasan TNI AU. Selain itu sudah mejadi tugas jurnalis menginformasikan peristiwa tersebut, karena tidak ada larangan bagi wartawan meliput jatuhnya pesawat tempur itu.

Usai berorasi, ratusan wartawan yang tergabung dalam Poros Wartawan Jakarta, Pewarta Foto Indonesia, AJI Indonesia, AJI Jakarta, Kameraman Jurnalis Indonesia dan seluruh organisasi wartawan lainnya membubarkan diri.

(Editor : fely / jpnn)

Oknum TNI AU Ancam Bunuh Wartawan

PEKANBARU - Demikian dipaparkan Didik Herwanto, fotografer Riau Pos tentang bagaimana kronologis penganiayaan dirinya oleh oknum TNI AU berpangkat Letkol. Saat meliput jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU di Jalan Amal Bhakti, Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Riau. Selasa (16/10) kemarin.

Pukul 09.30 WIB pagi kemarin, Didik pergi ke kamar mandi dan dikejutkan oleh suara ledakan disusul teriakan bahwa ada pesawat jatuh. Didik yang tinggal di Jl Pahlawan Kerja, tidak jauh dari Pangkalan Udara TNI AU, dengan bercelana pendek dan baju warna hijau langsung berlari dan mengambil tas kamera, lalu pergi ke arah suara ledakan menggunakan sepeda motor.
Lima menit kemudian Didik tiba di lokasi kejadian, Didik yang merupakan wartawan pertama yang sampai di lokasi itu. Meski warga sudah ramai, tetapi belum ada aparat dari TNI AU. Dia kemudian melakukan pekerjaan jurnalistik dengan melakukan pemotretan terhadap pesawat yang sedang terbakar hebat tersebut dari berbagai sisi.

20 menit kemudian datanglah sejumlah wartawan media lain dan mengabadikan peristiwa tersebut. Beberapa saat setelah itu datang pasukan AURI. Untuk menghalau massa yang berada di dekat bangkai pesawat, pasukan AURI itu berteriak “Awas ada bom". Didik yang berada cukup dekat kemudian menjauh sekitar 50 meter dari puing-puing pesawat dan masih melakukan pemotretan.

Saat sedang memotret puing kursi pelontar yang digunakan pilot untuk menyelamatkan diri, serta-merta datang Kadispers Lanud Pekanbaru Letkol Robert Simanjuntak yang saat itu berpakaian dinas. Pamen TNI AU itu langsung berlari mendekati Didik sambil meneriakinya. “Kamu orang mati kalau mengambil gambar," teriak Robert.

Aksi Letkol Robert  di luar dugaan, dia langsung menendang Didik, mendorongnya hingga jatuh. Tidak berhenti di situ, Robert menindih Didik dan mencekiknya, kemudian memukul kepalanya beberapa kali. Saat itu Robert juga menekankan kandung kemih Didik dengan lutunya. Saat itu pula seorang berpakaian orange merampas kamera Didik.

Tidak puas menyiksa Didik, beberapa saat kemudian datang lebih dari lima tentara lain dan langsung menendang, menginjak-injak Didik secara bergantian. Padahal ketika itu Didik sudah mengaku sebagai fotografer Riau Pos dan menunjukkan Id-card Pers yang dikalungkan di lehernya. Namun Robert Cs tak mau peduli. “Tak peduli mau wartawan Riau Pos atau siapa,” ujarnya arogan.

Meski dianiaya oleh Letkol Robert bersama anggotanya di depan masyarakat, termasuk sejumlah anak-anak Sekolah Dasar (SD), tak seorang pun berani mencegah tindakan anarkis Letkol Robert. Setelah babak belur barulah datang seorang anggota POM TNI AU dan membawa Didik ke dalam mobilnya. Meski sudah diamankan POM TNI AU, beberapa oknum TNI AU masih sempat mengancam: “Aku sudah tahu alamatmu, awas kau malam nanti ya,” katanya mengancam.

Selama sekitar 15 menit Didik ditahan oleh anggota POM TNI AU hingga akhirnya dievakuasi ke Markas POM di Komples LANUD Pekanbaru. Di sana, Didik didampingi pihak Riau Pos langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya secara resmi dan menjelaskan kronologis penganiayaan itu.

Pihak POM kemudian membawanya ke RS TNI AU tak jauh dari Markas POM untuk melakukan visum. Sekitar pukul 14.00 WIB, Didik kemudian diantar oleh beberapa wartawan Riau Pos ke RS Eka Hospital Pekanbaru untuk melakukan pengobatan.

Didik Herwanto mengalami luka serius di telinga kirinya, terlihat bengkak dan berdarah. Di sekujur punggungnya juga mengalami luka memar akibat ditendang dan diinjak oleh Robert dkk. Didik juga merasa kesakitan di pinggang sebelah kanannya, dan merasakan sakit di ginjalnya.


Di lokasi yang sama, perampasan kamera milik kamerawan Riau Televisi Fakhri Rubiyanto (Robi) juga berlangsung. Saat itu sekitar pukul 09.45 WIB, Robi baru selesai mengambil visual suasana pasca jatuhnya pesawat Hawk 100 milik Danlanud Roesmin Nuryadin yang latihan. Usai mengambil visual kepanikan warga dan bangkai pesawat yang jatuh, Robi juga sempat mengambil visual Didik, fotografer Riau Pos yang dikejar dan dipukuli oleh oknum perwira Danlanud.

Robi juga sempat mengambil visual oknum anggota Paskhas Auri yang mengambil kamera Didik. Usai mengambil visual tersebut, giliran Robi yang dikejar oleh oknum anggota Paskhas. Sambil berlari, Robi menyelamatkan kaset yang berisikan rekaman suasana pasca jatuhnya pesawat Hawk 200 dan pemukulan fotografer Riau Pos Didik tersebut.

Robi langsung mengganti kaset tersebut dengan kaset kosong dalam kamera Panasonic MD 10.000 yang digunakannya untuk peliputan. Setelah merasa aman dari kejaran oknum Paskhas Auri, dia kembali mengambil gambar lepas jatuhnya pesawat dari kejauhan.

Namun tiba-tiba dari arah belakang, seorang oknum Paskhas TNI AU memakai baju kaos dan bercelana pendek tanpa bicara langsung mencengkram baju Robi dan melayangkan pukulan ke arah wajah Robi.

Kamera Robi langsung dirampas oleh oknum bersangkutan. Ketika oknum Paskhas Auri tersebut lengah, Robi langsung melarikan diri dan berhasil lolos dari kejaran oknum Paskhas TNI AU itu dan menyerahkan kaset rekaman aksi kekerasan tersebut ke kantornya.

(editor : fely / disadur dari : jpnn)

SOWAT Tuntut Robert Dan Danlanud Diberhentikan

PEKANBARU - Sejumlah ratusan wartawan cetak, on-line, televisi yang bergabung dalam Soladiratis Wartawan Untuk Transparansi (SOWAT) menuntut diberhentikannya Letkol Robert Simanjuntak dan Danlanud skuadron Pekanbaru Bowo Budiarto.

Mereka melakukan aksi demonstrasi di Bundaran Tugu Zapin, depan Kantor Gubernur Riau, mengutuk aksi kekerasan oknum TNI AU Letkol Robert Simanjuntak kepada wartawan Riau Pos Didik Herwanto saat meliput jatuhnya pesawat temput milik TNI AU skuadron Pekanbaru.

Sowat pun dalam orasinya, meminta dilakukannya proses hukum terhadap perwira TNI AU Letkol Robert Simanjuntak, terhadap aksi pemukulan Robert kepada wartawan.

"Copot Danlanud dan proses secara hukum Robert Simanjuntak. TNI bekerja dilindungi undang-undang, Polisi juga bekerja dilindungi undang, Wartawan juga bekerja dilindungi undang-undang. Jadi jangan ada kekerasan, kami mengutuk dan meminta Robert dicopot," teriak Syahnan Rangkuti, sebagai Koordinator Aksi.

Usai melakukan orasi, ratusan wartawan ini langsung melanjutkan aksinya ke DPRD Riau." Kita meminta anggota dewan memanggil Danlanud serta Robert, " tegas Syahnan. (fely)

Foto : diambil dari halloriau.com / Wartawan melakukan aksi demo menuntut Letkol Robert Simanjuntak dan Danlanud dicopot dari jabatannya.

Jarkom LAM Riau Kecam Perbuatan Oknum TNI AU

DURI - Jaringan Komunikasi Lembaga Adat Melayu Riau (Jarkom LAM Riau) mengecam tindakan oknum TNI AU melakukan pemukulan terhadap wartawan saat peliputan pesawat tempur Hawk 200 yang jatuh di pemukiman warga.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Jarkom LAM Riau, Hang Temong kepada kabarduri.com, Rabu (17/10), bahwa sebelum melakukan pemukulan, dilakukan himbauan dengan pengeras suara terlebih dahulu kalau terkait keamanan.

"Seharusnya penegak hukum tidak main hakim sendiri. Kalau daerah tersebut sudah dipagar dengan garis kuning dilarang melintas, dan mereka menerobos kan bisa ditegur baik-baik. Ini, garis kuning aja belum dipasang sudah main pukul aja," paparnya.

Dijelaskan dirinya, kalau pemukulan tersebut dibenarkan negara, silahkan tidak di proses hukum. Namun, kalau hal itu tidak dibenarkan, tentu harus diproses secara hukum. Kejadian tersebut, dikatakannya telah mencoreng nama TNI AU di mata masyarakat Indonesia.

"Permasalahan ini, diharapkan segera terselesaikan. Kalau bisa saling damai. Saya menghimbau kepada penegak hukum yang akan memproses kejadian ini agar adil, se adil-adilnya. Karena yang mananya tindakan anarkis oleh aparat penegak hukum, jelas melangar aturan," jelasnya.

Ditempat terpisah, Ketua Himpunan Wartawan Duri (HIWARI) Yusrizal mengatakan kepada kabarduri.com, oknum TNI AU yang telah melakukan tindakan sewenang-wenang agar diproses secara hukum. Karena negara Indonesia ini merupakan negara hukum.

"Kita sangat bersimpati dengan rekan-rekan wartawan yang menjadi korban pengasaran oleh oknum TNI AU di Pekanbaru. Kita juga mengecam tindakan barbar oknum tersebut tidak bisa ditolerir. Tidak hanya cukup dengan minta maaf, tapi harus diproses hukum. Kalau tidak ada efek jera, profesi wartawan akan dilecehkan terus. Bahkan tidak mungkin, kejadian seperti ini akan terus terulang di masa datang," pungkasnya.

Upaya menghalang-halangi tugas jurnalistik, menurut Yusrizal, sama saja melanggar kebebasan pers, dan hak jurnalis mendapat informasi yang akurat. " Lagi pula lokasi kejadian itu dipemukiman penduduk, maka tidak ada areal privasi yang dilanggar. Wartawan sah-sah saja mengambil foto dan data-data yang dibutuhkan. Herannya kenapa wartawan saja yang diburu, kok masyarakat umum dibiarkan, kalau alasannya keselamatan," ungkapnya.

Sementara itu, Didik Herwanto, fotografer Riau Pos, salah satu korban pemukulan oknum TNI AU, yang ditendang, diinjak, dipukul dan dirampas kameranya, saat dikonfirmasi Metro Riau, mengatakan kasus penganiayaan tersebut tetap dilanjutkan ke jalur hukum. " Belum ada pertemuan dengan mereka (TNI AU). Kondisi saya hari ini sudah baikan, sudah pulang (dari rumah sakit, red). Kawan-kawan di Pekanbaru saat ini menggelar aksi solidaritas. Saya terima kasih kepada kawan-kawan wartawan dimanapun yang peduli dengan kasus ini. Jangan sampailah terulang lagi kejadian ini," tukasnya. (fely)

Foto : Ketua Pembina Dewan Jarkom LAM Riau, Hang Temong.

Masayarakat dan Wartawan Kecam Tindakan Arogan Anggota TNI AU

PEKANBARU - Masyarakat dan wartawan yang berada di Provinsi Riau mengecam tindakan arogansi dan kekerasan yang tunjukkan oknum TNI AU. Bahkan, oknum TNI AU tersebut dengan berani menendang, menjatuhkan, mencekik dan memukul wartawan foto Riau Pos, Didik Herwanto saat meliput insiden jatuhnya pesawat tempur TNI AU skuadron PEkanbaru.

"Sungguh biadab, kelakuan yang ditunjukkan anggota TNI AU saat menganiaya wartawan foto Riau Pos. Kita wartawan dilindungi oleh Undang-Udang Pers. Kita bekerja sesuai dengan tugas," kata salah satu wartawan di Pekanbaru.

Dijealskannya, masyarakat sekitar yang melihat Didik dipukuli pun sudah berteriak. "Jangan, jangan, jangan. Namun, tetap saja, Didik mendapatkan perlakuan kasar oknum TNI AU itu," paparnya.

"Bagaimana pun juga, permintaan maaf saja tidak cukup, karena TNI AU sudah tercoreng oleh tindakan oknum TNI AU yang berpangkat Letkol itu," jelasnya.

Salah satu masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya, juga mengutuk apa yang dilakukan oknum TNI AU tersebut.

"Dia (Oknum TNI AU, red) itu manusia bukan, kan dia bisa tanya lebih dulu, bukan main pukul terus merampas apa yang bukan milik mereka," tegasnya. (fely)

Oknum TNI AU Yang Memukul Berpangkat Letkol

JAKARTA - Tindakan anarkis terhadap wartawan Riau Pos, Didik saat mengambil gambar jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Desa Pasir Putih, Kampar, Riau, diduga dilakukan oleh perwira TNI AU bernama Letnan Kolonel Robert Simanjuntak, anggota Lanud Roesmin Nurjadin.

Perwakilan Riau Pos, Ilham Yasir yang juga pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Riau, menjelaskan dirinya telah melaporkan tindakan pemukulan dan perampasan kamera saat meliput ke POM AU Pekanbaru.

"Kita sudah lapor ke POM AU, baru Didik dan Robby RTV yang lapor, sedangkan Rian Anggoro dari Antara dan wartawan TV One serta satu lagi yang saya belum tahu namanya, belum," kata Ilham Yasir.

Dia menjelaskan, pemukulan itu dilakukan oleh Letkol Robert Simanjuntak selaku perwira menengah yang juga memerintahkan perampasan kamera wartawan. Sampai saat ini kamera Didik juga belum dikembalikan.

"Kamera masih dirampas, kita sudah laporkan juga pada waktu itu ada Pamen TNI AU, Letkol Robert, dia yang pukul Didik, dia yang perintahkan rampas kamera. Robert pakai seragam lengkap, kalau yang lain pakai baju olahraga," jelasnya.

Pelaporan itu menurut Ilham langkah prosedural yang ditempuh Riau Pos, korban juga sudah divisum. Sedangkan diluar upaya hukum, lanjut Ilham, wartawan di Riau juga akan buat pernyataan mengecam tindakan itu.

"Kita juga sedang kumpulkan foto-foto saat korban Didik dicekik, nanti akan dipublish," tegasnya.(editor : fely, sumber : jpnn)

Wartawan Melapaor Ke Den POM AU

PEKANBARU - Wartawan beserta fotografer media lokal di Pekanbaru, yang menjadi korban keliaran oknum TNI AU saat meliput insiden jatuhnya pesawat tempur milik TNI AU, mealporkan hal tersebut ke Detasemen Polisi Militer Angkatan Udara (Den POM AU).

Sejumlah wartawan dan fotografer harus mendapatkan perawatan intensif dan harus dilarikan ke rumah sakit, akibat pemukulan oleh oknum TNI AU. Oknum TNI AU sendiri hingga saat ini masih menahan kamera TV milik Fahri Rubianto dan kamera foto milik Didik Herwanto

Fahri Rubianto yang akrab dipanggil Robi, kameramen Riau Televisi (RTV) yang menjadi korban pemukulan sangat terkejut melihat tindakan refresif dari TNI AU terhadap wartawan yang tengah meliput. "Kami dikejar dan dipukuli seperti penjahat. Kamera saya masih ditahan TNI AU, mereka memang kejam," ujarnya kepada kabarduri.com, Selasa (16/10).

Robi yang mengalami bengkak dibagian pipi kiri setelah menerima pukulan dari salah seorang oknum anggota Paskhas TNI AU itu. Merasa didiskriminasi dan menjadi korban kekerasan, Robi langsung melaporkan Detasemen Polisi Militer Angkatan Udara. Robi juga telah melakukan visum sebagai bukti kekerasan.

"Kami tidak akan tinggal diam, ini kekerasan terhadap pers, kami akan bawa ini keranah hukum. Persoalan ini harus tuntas, karena negara ini negara hukum," ucap Pemred RTV Bambang Suwarno saat mendampingi proses visum Robi di RS Bhayangkari.

Hal yang sama juga diungkapkan Didik Herwanto, fotografer Riau Pos yang menjadi bulan-bulanan oknum perwira Auri. Saat mengambil gambar, Didik langsung dipukuli hingga jatuh oleh salah seorang perwira. Tidak sampai disitu, Didik juga dicekik oleh perwira tersebut.

"Saya babak belur, diinjak hingga dipukuli. Kamera saya dirampas AURI," ujarnya saat divisum di RS AURI.

Selain mereka, beberapa wartawan lain juga turut menjadi korban seperti Rian Anggoro, wartawan ANTARA, Ari kontributor TV ONE dan beberapa warga yang HP nya dirampas AURI saat berusaha mengambil foto pesawat jatuh tersebut. (fely)

Foto : Anggota TNI AU skuadron Pekanbaru berusaha mencekik Didik Herwanto Fotografer Riau Pos saat meliput jatuhnya pesawat tempur milik TNI AU di Desa Pasir Putih, Kampar, Riau.

KSAU : Mungkin Kena Burung

JAKARTA - Sampai saat ini TNI AU belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI AU skuadron Pekanbaru di pemukiman warga Desa Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Bahkan, KSAU Imam Sufaat tidak mau mengarang dalam memberikan informasi sebelum dilakukannya penyelidikan lebih lanjut oleh PPKPT (Panitia Penyelidik kecelakaan Pesawat Terbang) dari TNI AU.

"Biasanya itu pasti ada sesuatulah yang terjadi. Tidak mungkin penerbang tiba-tiba eject. Mungkin kena burung kali. Kita belum tahu pasti. Kalo saya yakin, saya kira ini bukan human error. Berdasarkan pengalaman, mungkin mesinnya," papar Imam.

Imam belum bisa memastikan, kapan investigasi jatuhnya pesawat Hawk 200 di Pekanbaru, selesai dilakukan. "Karena investigasi harus sangat detail," jelasnya. (fely)

Foto : Pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI AU skuadron Pekanbaru yang jatuh di pemukiman warga di Riau.
 
Copyright © 2012. Kabar Duri - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger